Suara.com - Harga miring saat belanja online, tak jarang menarik minat orang untuk membeli. Hal tersebut juga dilakukan oleh seorang warganet yang tak diketahui identitasnya.
Dibagikan kembali oleh akun Twitter @txtdarionlshop pada 14 Desember, warganet tersebut membeli dispenser bermerek untuk galon air minum seharga Rp 12.000. Harga normal dispenser tersebut awalnya adalah Rp 143.958.
Alih-alih mendapatkan ongkos kirim belasan ribu, ongkos untuk mengirim barang tersebut berjumlah Rp 1.092.000. Warganet harus membayar dengan jumlah total Rp 1,1 juta, menjadi jauh lebih mahal dibandingkan membeli harga normal dispenser tersebut.
Meski begitu, rupanya warganet itu tetap membeli produk dengan metode pembayaran COD atau bayar di tempat pembeli.
Jika dicek dari nomor resi pengiriman yang tertera, rupanya warganet tersebut membeli dispenser dari Jakarta dan dikirim ke alamat tinggalnya di Lampung.
Tampaknya ia melakukan pemesanan sekitar awal atau pertengahan Desember karena barang baru dikirimkan dari Jakarta pada 13 Desember.
Namun, ongkos kirim yang dinilai terlalu mahal itu tetap menarik perhatian warganet lainnya. Pasalnya, dengan berat dispenser sekitar 5 kilogram, ongkos kirim ke Lampung diperkirakan hanya antara sekitar Rp 150.000 hingga Rp 200.000.
Jika ongkos kirim melampaui Rp 1 juta, warganet curiga bahwa penjual telah mengubah berat asli dispenser tersebut.
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 599 kali dan disukai sebanyak lebih dari 8.400 kali oleh sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar.
Baca Juga: Beli Bubble Wrap 3 Meter, Alasan Anti Mainstream Warganet Ini Bikin Ngakak
"Bisa-bisanya orang pada beli barang yang ongkirnya mahal. Gue ongkir di atas 10 ribu mending nggak jadi beli," tulis akun @NuMacaGoreng.
"Abis ngecek dari penjualnya, beneran dong ongkirnya jutaan," komentar @M_Azril_r.
"Biasanya itu trik marketing, jadi harga barang dimurahin biar konsumen tertarik tapi ongkirnya dimahalin. Dulu pernah pas langka masker aku nemu toko yang jual masker satu box cuma 30 ribu. Tapi pas check out ongkirnya 250 ribu padahal normalnya ongkir dari kota itu ke kota aku paling mahal 27 ribu wkwk," tambah @qwertyjawi.
"Wkwk malah jadi lebih mahal dong, nggak kerasa diskonnya," ungkap @haleloverrr.
"Mungkin abang kurirnya ngirimnya berenang di laut jadi mahal," cuit @utanmenanti.
Berita Terkait
-
Belanja Online Tapi Barang Lama Sampai, Komplain Orang Ini Bikin Ngakak
-
Cuma Modal Pulpen, Aksi Penjual Olshop Tipu Pembeli Ini Bikin Emosi
-
Rumit Bak Soal Fisika, Pertanyaan Warganet saat Beli Termos Ini Bikin Mikir
-
Curi Perhatian Warganet, Tulisan di Paket Ini Bikin Senyum-senyum Sendiri
-
Ingin Beli Termos, Pertanyaan Warganet Ini Malah Mirip Soal Fisika
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
-
Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan
-
KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah