Suara.com - Sebanyak 56 persen gamers tidak mengetahui bahwa pandemi virus Corona (Covid-19) yang sedang terjadi saat ini, sangat mirip dengan pandemi 2005 yang terjadi di dalam game World Of Warcraft.
Pada 13 September 2005, penyakit mulai menyebar di dalam game bergenre role-playing online (MMORPG) tersebut.
Pembaruan dalam game memperkenalkan area baru untuk pemain dengan level yang lebih tinggi, yang dikenal sebagai Zul'Gurub.
Di area tersebut, terdapat bos yang bernama Hakkar the Soul Flayer, makhluk ular dengan sayap besar yang memiliki kekuatan "Corrupted Blood".
Dengan kekuatan tersebut, Hakkar mampu menginfeksi pemain dengan penyakit dan memberikan kerusakan sebesar 875 hingga 1125 poin, ditambah 200 kerusakan per detik ke target dan semua musuh yang berada di dekatnya selama 10 detik.
Bagian unik dari penyakit ini adalah penyakit akan menyebar ke pemain lain jika pemain berada di sekitar pemain yang terinfeksi. Hal itu akan menyebabkan pemain kehilangan kesehatan.
Hakkar juga dapat menularkan penyakit tersebut ke hewan peliharaan pemain. Dengan kata lain, ketika pemain membuang hewan peliharan karena terinfeksi dan tidak diketahui oleh pemain yang belum terinfeksi atau dalam kasus Covid-19 sebagai pasien nol, mereka tetap terinfeksi sampai dipanggil lagi di suatu area di luar area Hakkar.
Pasien nol memanggil hewan peliharaannya di area lain di World of Warcraft dan wabah penyakit itu akan menyebar. Ini menambah masalah ketika karakter game yang tidak dapat dimainkan (NPC), yang memberikan misi kepada para pemain juga dapat tertular penyakit dan menyebarkannya ke pemain lain, tanpa menimbulkan kerusakan atau kematian. Ini pada dasarnya bertindak seperti penyebar asimtomatik atau tanpa gejala.
Wabah tersebut disebut sebagai Hakkar Blood Plague atau insiden Corrupted Blood. Kejadian dalam game itu bahkan disebut para ahli epidemiologi terlihat seperti memodelkan virus dan wabah sebenarnya di dunia nyata.
Baca Juga: Ahli: Banyak Pasien Kanker Terabaikan Bila Virus Corona Tak Berakhir!
Dalam cuitan pengguna akun Twitter @zenbuffy pada 3 Januari, warganet memberikan informasi mengenai wabah dalam game tersebut melalui utas serta makalah tahun 2007 yang diterbitkan di The Lancet.
"Jadi ternyata lebih banyak dari kalian yang tidak tahu tentang pandemi WoW. 56 persen tidak tahu. Sejujurnya itu hal yang cukup menarik. Pada tahun 2005, serangan dan bos baru diperkenalkan, dan bos memiliki debuff yang disebut Corrupted Blood," cuit pemilik akun, seperti dikutip dari IFL Science, Rabu (6/1/2021).
Dalam upaya untuk mengendalikan wabah, pembuat game mencoba melakukan karantina, meminta pemain yang terinfeksi untuk mengisolasi diri dari daerah yang tidak terinfeksi.
Namun seperti kehidupan nyata, banyak pemain yang patuh tetapi tentu ada pemain yang menolak karantina dan karena sifat penyakit yang sangat menular, wabah segera menyebar ke seluruh kota.
Selain pemain yang akan menyebarkan penyakit, game juga memiliki banyak pemain lain yang berusaha menyembuhkan penyakit, seolah-olah bertindak seperti petugas medis di dunia nyata.
Pada akhirnya, upaya untuk menangani wabah tidak dilakukan para pemain dengan serius dan pengembang game harus memperbaikinya dengan meluncurkan pembaruan lain.
Berita Terkait
-
Kemenpora Dorong Atlet Jadi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19
-
Saat Pandemi Covid-19 Selesai, Masalah Kesehatan Mental Masih Menjadi Momok
-
Covid-19: Peran Perempuan dalam Mencegah Klaster Keluarga
-
12 Daerah di Jawa Barat Buka Sekolah 11 Januari, Termasuk Karawang
-
Warga Bandar Lampung Terdampak Pandemi Covid-19 akan Dapat Bantuan Beras
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
5 HP Xiaomi Rp1 Jutaan dengan Fitur NFC untuk Transaksi Digital Lancar
-
Tanda-tanda WhatsApp Disadap dan Tips Mengamankannya
-
51 Kode Redeem FF Terbaru 10 Mei 2026: Sikat Cepat SG2 Rapper Underworld dan MP40 Cobra
-
30 Kode Redeem FC Mobile 10 Mei 2026: Klaim 500 Poin Naik Peringkat dan Pemain Bintang OVR 117
-
Spesifikasi PC 007 First Light Resmi Rilis, Game James Bond Butuh RAM 16 GB
-
Spesifikasi iQOO Z11 Global: Siap ke Indonesia, Usung Baterai Jumbo 9.020 mAh
-
52 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 9 Mei 2026: Klaim Kartu 115-120 dan Tag Gratis
-
73 Kode Redeem FF Max Terbaru 9 Mei 2026: Raih Parasut, Skin Eclipse, dan MP40 Cobra
-
Penjualan PS5 Anjlok usai Harga Naik, Sony Pastikan PS6 Sudah Dalam Pengembangan
-
Bangkit Lagi? Cek Perkiraan Harga HP Midrange Vivo S2 yang Dirumorkan Comeback Tahun Ini