Suara.com - Google menambahkan monitor detak jantung dan pernapasan ke aplikasi Fit di ponsel Pixel bulan ini. Rencananya, fitur ini akan ditambahkan ke ponsel Android lain di masa mendatang.
Kedua fitur tersebut bergantung pada kamera ponsel cerdas, di mana fitur ini mengukur laju pernapasan dengan memantau naik turunnya dada pengguna dan detak jantung dengan melacak perubahan warna saat darah bergerak melalui ujung jari.
Menurut keterangan perusahaan, fitur-fitur tersebut hanya dimaksudkan untuk memungkinkan pengguna melacak kesehatan secara keseluruhan dan tidak dapat mengevaluasi atau mendiagnosis kondisi medis.
Untuk mengukur laju pernapasan (jumlah napas seseorang per menit) menggunakan aplikasi, pengguna mengarahkan kamera depan ponsel ke kepala dan dada mereka. Untuk mengukur detak jantung, cukup meletakkan jari mereka di atas kamera yang menghadap ke belakang.
"Seorang dokter menghitung laju pernapasan pasien dengan mengamati dada mereka naik dan turun, dan fitur Google meniru prosedur itu," kata Jack Po, manajer produk di Google Health, dalam konferensi pers, dilansir laman The Verge, Senin (8/2/2021).
Monitor detak jantung Google mirip dengan fitur yang disertakan Samsung pada sejumlah smartphone Galaxy model lama, termasuk Galaxy S10.
Perusahaan menghapus fitur untuk S10E, S20, dan telepon yang lebih baru.
Data detak jantung dari aplikasi Google akan kurang komprehensif dibandingkan dengan jenis bacaan yang didapat seseorang dari perangkat yang dapat dikenakan, yang dapat terus memantau sesuatu seperti detak jantung saat seseorang menjalani kehidupan sehari-hari.
Menurut Po, pengukuran jantung atau laju pernapasan seseorang adalah penting, dokter misalnya, biasanya hanya mendapatkan pengukuran paling banyak setiap beberapa bulan saat seseorang datang ke kantor.
Baca Juga: Selamat Tinggal! Google Hapus Fitur Ini di Kamera Pixel 4a dan Pixel 5
"Jika pengguna mengukur detak jantung mereka seminggu sekali, mereka akan mendapatkan banyak manfaat," kata Po.
Menurutnya, mereka akan mendapatkan banyak manfaat dalam melacak apakah detak jantung mereka mungkin meningkat, jika olahraga berhasil.
Po menambahkan bahwa Google memilih untuk memasukkan fungsi-fungsi ini ke dalam smartphone agar dapat diakses oleh sebanyak mungkin orang.
Studi internal pada ponsel Pixel menunjukkan bahwa fitur laju pernapasan akurat dalam satu napas per menit baik untuk orang dengan atau tanpa kondisi kesehatan, kata Jiening Zhan, pimpinan teknis di Google Health, selama konferensi pers.
Fitur detak jantung akurat dalam 2 persen. Fitur itu telah diuji pada orang-orang dengan berbagai warna kulit, dan memiliki akurasi serupa untuk kulit terang dan gelap, katanya.
Tim berencana menerbitkan karya ilmiah dengan data hasil evaluasinya.
Tim akan mempelajari seberapa baik fitur tersebut berfungsi di ponsel lain sebelum membuatnya tersedia di luar Pixel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
5 HP Infinix dengan Kamera 0,5 Mirip iPhone, Harga Rp3 Jutaan
-
Turnamen Esports Berbasis Cyber Security Resmi Diumumkan
-
27 Kode Redeem FC Mobile 16 April 2026, Ambil Kompensasi Bug Sekarang
-
42 Kode Redeem FF Free Fire Spesial Diskon 16 April 2026, Cek Bocoran MP40 Cobra Rilis Lagi
-
5 Smartwatch dengan Desain Kekinian, Tak Jadul, dan Fitur Lengkap Buat Gen Z Aktif
-
Honor Uji HP Baru dengan Baterai 11.000 mAh, Terbesar di Kelasnya
-
Tak Semahal Anggaran Pemkab Blora, Segini Harga CapCut dan Canva Pro 2026
-
Gunakan Chipset Unisoc T8300, Berapa Skor AnTuTu Redmi R70 5G?
-
Indonesia Penghasil Gas, Kenapa Masih Butuh Impor LPG? Ternyata Begini Penjabarannya
-
Redmi R70 dan R70m Debut dengan Baterai Jumbo, Andalkan Chipset Unisoc