Suara.com - Helm Yunani kuno yang dikenakan seorang tentara selama perang dengan Persia ditemukan di Pelabuhan Haifa, Israel.
Helm berusia 2.500 tahun itu pertama kali ditemukan oleh kapal Belanda pada 2007 dan diserahkan ke unit laut Israel Antiquities Authority (IAA).
"Helm adalah jenis Korintus yang dinamai berdasarkan kota Korintus di Yunani, di mana itu pertama kali dikembangkan dan diproduksi pada abad ke-6 SM," kata para arkeolog, dikutip dari Live Science, Rabu (10/3/2021).
Para ahli mencatat bahwa helm tersebut menjadi populer dan digunakan di seluruh Mediterania.
Tak hanya itu, helm juga secara ahli dibuat dari satu lembar perunggu dengan cara memanaskan dan memalu.
Teknik tersebut memungkinkan untuk mengurangi beratnya tanpa mengurangi kapasitas helm dalam melindungi kepala seorang pejuang.
"Helm mungkin milik seorang tentara Yunani yang ditempatkan di salah satu kapal perang armada Yunani yang berpartisipasi dalam konflik laut melawan Persia," ucap Kobi Sharvit, direktur unit marinir IAA.
Pada saat tentara itu berpatroli di laut, Persia menguasai sebuah kerajaan yang membentang di Timur Tengah.
Catatan sejarah menyebut Persia mencoba menginvasi Yunani dua kali. Invasi pertama dihentikan pada tahun 490 SM, ketika Persia dikalahkan di dekat Athena.
Baca Juga: Geram Lihat Aksi Ibu-ibu Naik Motor, Wanita Ini Syok saat Tahu Orangnya
Selama invasi kedua, pasukan Persia diperlambat oleh pasukan pimpinan Spartan di Pertempuran Thermopylae dan dipaksa keluar dari Yunani pada 479 SM.
Pertempuran Thermopylae sangat terkenal sebagai kekuatan 300 Spartan, dipimpin oleh raja Spartan Leonidas, yang bertempur sampai mati melawan Persia.
Kemudian setelah 479 SM, orang Yunani melakukan serangan terhadap Persia di seluruh Mediterania timur.
Helm tersebut mungkin telah dipakai oleh seorang tentara Yunani yang berpartisipasi dalam salah satu serangan itu. Permusuhan antara Yunani dan Persia terus berlanjut sampai Alexander the Great menaklukkan Kekaisaran Persia.
Berita Terkait
-
Mengulik Outfit Nagita Slavina saat Berkuda, Helmnya Doang Rp10 Juta
-
Geram Lihat Aksi Ibu-ibu Naik Motor, Wanita Ini Syok saat Tahu Orangnya
-
Tugu Makam Zaman Yunani kuno Ditemukan Dekat Bandara Internasional Athena
-
Mulai Zaman Yunani Kuno, ini Sejarah Teater dari Seluruh Dunia
-
Arkeolog Temukan Batu Perbatasan Berusia 1.700 Tahun dari Zaman Yunani Kuno
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana