Suara.com - Para ahli memiliki temuan baru, mengungkap asteroid Apophis (dewa kekacauan) yang terkenal itu memiliki risiko lebih kecil daripada yang kita duga.
Menurut Badan Antariksa Eropa dan NASA, Apophis tidak memiliki peluang menghantam Bumi pada abad berikutnya.
Asteroid ini kerap menjadi pusat cerita menakutkan karena dianggap memiliki peluang kecil untuk bertabrakan dengan Bumi.
Artinya, ditempatkan di "Daftar Risiko" Badan Antariksa Eropa, dan subjek pengamatan mendetail.
Apophis, dinamai menurut nama dewa Mesir atau "penguasa kekacauan", pertama kali terdeteksi pada 2004.
Setelah itu, para peneliti menyarankan bahwa ia dapat menghantam Bumi pada 2029 dan 2036.
Penelitian lebih lanjut mengesampingkan dampak tersebut, mengurangi kekhawatiran.
Namun para ahli tetap khawatir tentang kemungkinan tabrakan pada 2068.
Sebagian karena nama besar asteroid, serta potensi bahayanya, menjadi terkenal dan secara teratur ditulis sebagai potensi bahaya yang dapat menyerang planet ini pada akhir abad ini.
Baca Juga: Asteroid Raksasa Diprediksi Akan Lintasi Bumi di Bulan Maret 2021
Asteroid itu melakukan pendekatan yang relatif dekat awal bulan ini, ketika para astronom memiliki kesempatan untuk memindainya dengan peralatan NASA.
Itu memberi mereka pandangan yang lebih baik tentang orbit asteroid, dan membuat mereka yakin dalam mengesampingkan bahwa hal itu dapat berdampak kapan saja di abad berikutnya.
Apophis akan terbang melewati Bumi pada 2029, melintas pada jarak kurang dari 35.000 kilometer dan sangat dekat sehingga dapat terlihat dengan mata telanjang.
Jarak tersebut adalah salah satu alasan para ilmuwan khawatir tentang flyby terbaru tahun ini: datang begitu dekat dengan Bumi berarti ia dapat dipengaruhi oleh gravitasi kita, dan sulit bagi para peneliti untuk mengetahui bagaimana hal itu dapat mengubah lintasannya.
Jika asteroid itu melewati "lubang kunci gravitasi" yang berbahaya pada kunjungan 2029 itu, maka ia mungkin menemukan dirinya dalam perjalanan yang akan membawanya menuju tabrakan pada 2069.
Data baru memungkinkan para ilmuwan memiliki gambaran yang jauh lebih akurat tentangnya. Lintasan untuk 2029, mempersempit jendela kemungkinan dan memungkinkan mereka untuk memastikan itu tidak akan melewati lubang kunci yang sangat penting.
Berita Terkait
-
Asteroid Seukuran Jembatan Golden Gate Akan Lewati Bumi Bulan Depan
-
Warga Kaget Atap Rumah Bolong Tertimpa Batu, Diduga Meteor Jatuh
-
Terungkap! Ledakan Besar di Buleleng Bali karena Asteroid Jatuh
-
Lapan Bandingkan Suara Ledakan Buleleng dengan Peristiwa Asteroid Bone 2009
-
Suara Ledakan Buleleng Diduga Dipicu Jatuhnya Asteroid
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas