Suara.com - Para arkeolog menemukan pemakaman Zaman Besi berisi dua prajurit yang meninggal pada abad ketujuh Masehi.
Makam ini menarik perhatian para ahli karena kedua prajurit dikuburkan dengan cara mewah, diletakkan di tempat tidur lembut yang diisi dengan bulu.
Situs pemakaman di Valsgärde, sebuah peternakan di Uppsala, Swedia, dekat pantai tenggara negara itu, menyimpan 15 pemakaman yang berasal dari abad ketiga SM hingga abad ke-12 M.
Para peneliti baru-baru ini menyelidiki kandungan bulu yang tidak biasa di dua makam, yang dikenal sebagai Valsgärde 7 dan Valsgärde 8.
Kedua pemakaman tersebut berisi "perahu dengan peralatan lengkap" yang diposisikan dengan buritan mengarah ke sungai Fyrisån, seolah siap untuk perjalanan ke akhirat.
Bantal yang digunakan kedua jasad diprediksi berumur sekitar 1.400 tahun yang lalu dan merupakan artefak terkait tempat tidur tertua di Skandinavia.
Berkat pengawetan yang baik dari alasan Valsgärde, itu memungkinkan para peneliti untuk mengekstraksi dan memeriksa bulu dari berbagai lokasi di dalam makam.
Analisis tim memungkinkan untuk mengidentifikasi kelompok burung dan bahkan spesies mana penggunaan bulu itu berasal.
Usai mengambil sampel bulu, tim membandingkan bulu tersebut dengan referensi sampel bulu burung Eropa utara dan menemukan bahwa bulu tersebut adalah bulu burung tertua yang ditemukan dari makam manusia.
Baca Juga: Temuan Sementara Arkeolog: Pulau Kemaro Baru Dihuni Penduduk pada Abad 17
Dalam sampel dari empat lokasi di Valsgärde 7, bulu dari bebek dan angsa adalah yang paling umum.
Tetapi jenis bulu burung lain juga ditemukan di Valsgärde 7, seperti bulu ayam, burung air, dan burung hantu elang.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Archaeological Science: Reports edisi April 2021, helm, pedang, dan pisau juga ditemukan tergeletak di samping mayat serta beberapa perisai.
"Orang yang menguburkan kedua prajurit itu menempatkan mereka di atas bantal sehingga mereka bisa tidur dengan nyenyak dalam kematian," kata Birgitta Berglund, profesor emeritus arkeologi di NTNU Museum, Norwegia, dikutip dari Live Science, Jumat (2/4/2021).
Para arkeolog juga menemukan kuda dan burung di makam sebelahnya, mengisyaratkan status tinggi para prajurit, meskipun salah satu hewan yaitu burung hantu elang Eurasia (Bubo bubo) kehilangan kepalanya.
Pemenggalannya mungkin memiliki makna ritual untuk penguburan dan bulu yang mengisi bantal juga mungkin dipilih karena makna simbolisnya.
Menurut cerita rakyat Nordik, bulu memiliki makna khusus untuk upacara kematian dan upacara penguburan.
Para ilmuwan biasanya mengabaikan potongan bulu yang ditemukan di situs arkeologi.
Menganalisisnya, dapat memberikan petunjuk berharga tentang kehidupan Zaman Besi dan bagaimana orang dulu berinteraksi dengan alam.
Berita Terkait
-
Gulungan Alkitab Berusia 1.900 Tahun Ditemukan di Gua Horor Israel
-
Jalan Masuk ke Terowongan Kematian Perang Dunia I Terungkap
-
Beberapa Kerangka Manusia di Situs Kumitir Sedang Dikaji Tim Unair
-
Arkeolog Masih Tunggu Hasil Kajian Temuan Kerangka Manusia di Situs Kumitir
-
Dibunuh Soviet, Kerangka Biarawati dari Era Perang Dunia II Ditemukan
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan