Suara.com - Google telah mengumumkan beberapa pembaruan besar untuk platform video conference Google Meet. Pembaruan ini akan segera hadir dalam waktu dekat.
Dikutip dari Gadgetsnow, Kamis (22/4/2021), pembaruan ini mencakup seperti tampilan antarmuka (UI), mode hemat daya, hemat kuota, dan beberapa ftur lainnya. Berikut sejumlah fitur yang akan dihadirkan di Google Meet.
Desain Baru
Google akan memperbarui desain tata letak yang ada di Google Meet. Hal ini bertujuan untuk memberi pengguna lebih banyak ruang untuk melihat konten dan video dari pengguna lain.
Selain itu, pengguna juga akan mendapat pembaruan untuk memasang pin atau melepas pin dalam meetings.
Hal ini termasuk memasang pin di layar presentasi, layar dan pembicara, atau beberapa pembicara secara bersamaan. Desain tampilan baru Google Meet direncanakan hadir bulan depan.
Hemat Kuota
Data Saver mode ini memungkinkan pengguna Google Meet bisa menghadiri rapat dengan bandwith internet rendah.
Selain itu, ini juga akan membatasi penggunaan data saat menggunakan jaringan seluler ketika meeting online. Data Saver mode akan hadir bulan ini.
Baca Juga: Hore! Google Meet Gratis 24 Jam Diperpanjang hingga Juni
Penyesuaian Cahaya Otomatis
Fitur ini dapat mendeteksi secara otomatis apabila pengguna memiliki cahaya rendah. Nantinya, Google Meet bisa meningkatkan kecerahan cahaya untuk membantu visibilitas mereka. Fitur ini akan hadir dalam beberapa minggu ke depan.
Zoom Otomatis
Fitur Autozoom ini bisa membuat tampilan pengguna menjadi lebih jelas dengan memperbesar dan mengatur posisi agar tepat di depan kamera. Fitur Autozoom akan segera hadir dalam beberapa bulan ke depan.
Background
Google Meet akan memungkinkan penggunanya bisa menambahkan video untuk tampilan latar belakang atau background.
Opsi awal yang akan dihadirkan adalah ruang kelas, pesta, dan hutan. Fitur background baru ini akan hadir dalam beberapa minggu ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum
-
Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam
-
7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun