Peneliti di dalam dan di luar Google telah membantah karakterisasi itu. Lebih dari 2.600 karyawan Google menandatangani surat memprotes perlakuan Gebru.
Akhir Desember, makalah tersebut diterima di konferensi terkemuka tentang keadilan dalam pembelajaran mesin yang akan dipresentasikan bulan depan.
Nama Gebru dilampirkan, tanpa afiliasi Google, di samping "Shmargaret Schmitchell", nama samaran yang jelas dari Mitchell, dan dua peneliti dari Universitas Washington.
Pada Jumat (7/5/2021), Alex Hanna, anggota grup AI etis Google yang masih berada di perusahaan, men-tweet bahwa Google "menjalankan kampanye kotor" terhadap Gebru dan Mitchell.
Pada Kamis (6/5/2021), Google mengklaim masih berdedikasi untuk mengembangkan teknologi AI secara bertanggung jawab dan mengumumkan bahwa Marian Croak, wakil presiden di perusahaan, akan mengambil alih pekerjaan itu.
Dalam video perusahaan, Croak mengatakan, dia akan mengkonsolidasikan pekerjaan pada AI yang bertanggung jawab di perusahaan dan melembagakan, peninjauan sistem AI Google yang telah diterapkan atau sedang dalam pengembangan.
Dalam memo internal pada hari Jumat, dilansir laman Wired, Minggu (9/5/2021), Dean mengatakan, Google juga akan mengerjakan ulang prosesnya untuk meninjau publikasi penelitian dan meminta eksekutif senior untuk menunjukkan kemajuan dalam meningkatkan keragaman di antara karyawan di perusahaan tersebut.
Gebru mengatakan, dia sebelumnya meminta perubahan di kedua sisi dengan sedikit keberhasilan.
Memo Dean juga menyatakan bahwa kepergian Gebru dari perusahaan telah membuat beberapa Googler mempertanyakan masa depan mereka di perusahaan, dan mungkin menghalangi ahli teknologi Black untuk bekerja di industri tersebut.
Baca Juga: Google Play Store Bakal Ungkap Data Pengguna yang Diambil Aplikasi
"Saya mengerti kami bisa dan seharusnya menangani situasi ini dengan lebih sensitif. Untuk itu, saya minta maaf," tulisnya.
Berita Terkait
-
Sistem Deteksi Gempa Google Kini Tersedia di Ponsel Android
-
Modus Baru, Pencuri Spesialis Kafe di Tuban Ini Manfaatkan Google Maps
-
Google Bantu India dengan Kucurkan Dana 261 Miliar untuk Atasi Covid
-
Wow! Lelaki Ini Beli Situs Web Google Argentina Seharga Rp 41 Ribuan
-
Google Kucurkan Dana Rp 261 Miliar untuk Atasi Covid-19 di India
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Iran Siapkan Jalur Baru Selat Hormuz, Pembukaan Kembali Bergantung pada Komitmen AS
-
Kabut Asap Karhutla: Kualitas Udara 6 Daerah di Riau pada Level Tidak Sehat
-
8 Dampak Rotasi dan Revolusi Bumi Bagi Kehidupan Sehari-hari yang Wajib Diketahui
-
Muktamar NU ke-35 Masuk Tahap Sidang Komisi, Laporan PBNU Diterima
-
Harga HP Makin Mahal, Digiplus Ubah Strategi: Geser dari Mal ke Street Level Kejar Kota Tier 2 dan 3
-
Konvoi Mitsubishi Xforce Jelajahi Jalur Sejarah Solo - Ambarawa Rayakan Kemerdekaan
-
4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 29 Agustus 2026: Ada Pisces hingga Libra
-
Satu Ukuran untuk Semua: Mengapa Sistem Desil Tunggal Ancam Masa Depan?
-
6 Trik Masak Nasi di Rice Cooker Supaya Cepat Matang dan Anti Lembek
-
Prabowo Jadi Tamu Utama Forum Ekonomi Rusia, Putin Siapkan Pertemuan Bilateral