Suara.com - Es batu umumnya dibuat menggunakan air mineral karena telah terjamin kebersihannya. Rupanya, tidak semua orang mengetahui hal itu, termasuk warga negara asing (WNA) yang tinggal di Indonesia.
Hal serupa dibagikan oleh warganet yang tak diketahui identitasnya melalui akun base Twitter @FFOODFESS pada 28 Mei.
Dalam cuitannya, warganet baru bercerita bahwa ia menikahi seorang warga negara asing dan tinggal bersama di Indonesia.
Rupanya, suaminya tidak mengetahui bahwa air keran di Indonesia tidak dapat dikonsumsi seperti halnya di luar negeri.
Beberapa negara biasanya memang menggunakan air keran untuk dikonsumsi sehari-hari. Tapi, kualitas air di Indonesia yang cukup buruk tidak memungkinkan hal tersebut.
Warganet mengaku setelah lebih dari satu tahun tinggal di Indonesia, ia baru mengetahui bahwa suaminya menggunakan air keran untuk membuat es batu.
"Suami aku WNA, udah 1 tahun lebih di Indonesia. Hari ini dia baru tau air keran di Indonesia nggak bisa dikonsumsi langsung. Selama ini dia bikin es batu pake air keran... aku baru mergokin dia tadi sore. Sekarang orangnya masih ketawa-ketawa di meja makan," cuit warganet.
Dalam unggahannya, warganet juga membagikan penampakan wadah es batu berwarna putih dengan latar belakang wastafel.
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 466 kali dan disukai sebanyak lebih dari 6.506 kali oleh sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar dari warganet lainnya.
Baca Juga: Warganet Campur Soda dan Sirup Hasilnya Tak Terduga
"Kalau punya suami WNA mending dikasih tau kebiasaan-kebiasaan orang Indonesia. Dulu juga di tempat kerja gue, orang luarnya aneh-aneh kelakuannya," tulis akun @nattvgn.
"Bukan masalah es batunya aja sih, berarti selama ini dia kalau minum suka ambil langsung dari keran? Mudah-mudahan kagak sakit perut deh ya," komentar @putri772.
"Ngakak banget, aku aja yang hidup di desa pake air sumur, airnya masih aku masak dulu sampe mendidih buat minum. Ini malah langsung dari kerannya dong," tambah @khotimah7.
"Ya Allah ngakak, aku masak mie pake air mentah aja kena marah emak," ungkap @tiaratitaniap.
"Jadi kayak abang-abang penjual es di pinggir jalan dong, es batunya dari air yang nggak dimasak wkwk," cuit @edelweyyysss.
Berita Terkait
-
Ketiban Durian Runtuh! Pesan Obat Kumur, Malah Dapat Redmi Note 10
-
Viral Tampah Bambu Jadi Pajangan Rumah, Harganya Bikin Melongo
-
Bisa Ditiru, Begini Cara Kreatif Warganet Ajak Pasangan Menikah
-
Kumpulan Meme Kreatif dan Kocak Larangan Mudik 2021
-
Beli Gorengan Tempe, Tulisan di Bungkus Malah Bikin Publik Gempar
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
2 Orang Tewas Tertabrak Kereta Api di Sergai
-
Bukan Cuma Konsumen, Mengapa Pelaku Usaha Didesak untuk Turut Kurangi Mikroplastik?
-
Kemlu: Ancaman Saksi Ekonomi AS Tanda Tak Mampu Diplomasi Damai dengan Iran
-
Limbah PT KIMA Aman atau Bikin Cemas? Fakta Ini Mengejutkan Warga
-
Ulasan Broken Strings: Ketika Cinta Berubah Menjadi Kendali
-
Lagi Diskon di Erafone, Ini 5 Ponsel Terjangkau untuk Pelajar Kurang dari Rp2 Juta Plus Link Beli
-
Ratusan Senjata di Sekolah Islam Harapan Ibu Terkait Rencana Kerja Sama Olahraga Menembak
-
Kevin Diks Amankan Tempat di Tim Utama, Pelatih Gladbach Yakin dengan Bek Timnas Indonesia
-
Bakal Numpang Sekolah, Pemkot Jaksel Siapkan Bus dan Mikrotrans Bagi Siswa Dua SD Kebayoran Lama
-
BBKSDA Sumut: Konservasi Batang Toru Butuh Kolaborasi Semua Pihak