Suara.com - Google mengajak publik untuk mendapatkan vaksin virus Corona (Covid-19) dan tetap menggunakan masker penutup wajah, melalui doodle interaktif yang muncul di halaman utama pencarian pada hari ini, Selasa (1/6/2021).
Doodle ini mendesak semua orang untuk melakukan tindakan pencegahan demi melindungi diri dan orang lain dari pandemi virus Corona (Covid-19).
Mengingat vaksin telah ditemukan, Google meminta masyarakat untuk segera mendapatkan vaksin.
Namun, meski sudah divaksinasi, protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak tetap harus dilakukan.
Doodle tersebut menampilkan kata "Google" yang memiliki kaki dan lengan. Masing-masing huruf berdiri berdekatan sambil memakai masker.
Huruf G hingga G pada kata Google memiliki ikon plester pada lengannya.
Masing-masing huruf terlihat ceria sambil mengangkat lengan dan memamerkan plester tersebut.
Sementara itu, huruf E terakhir didesain seperti perawat medis.
Karena huruf L belum memiliki plester pada lengannya, animasi tersebut memperlihatkan huruf E yang memberikan botol cairan kepada huruf L.
Baca Juga: Lewat Doodle, Google Ingatkan Kembali Pakai Masker dan Jaga Jarak
Pada saat itu, plester pada huruf L muncul. Hal ini mengindikasikan bahwa huruf L telah mendapatkan vaksin yang disuntikkan oleh petugas medis.
Dalam laman resmi Google doodle tertulis, "Dapatkan vaksinasi. Pakailah masker. Selamatkan nyawa. Karena Covid-19 terus berdampak pada komunitas di seluruh dunia, bantu hentikan penyebaran dengan menemukan situs vaksin lokal dan ikuti langkah-langkah pencegahan ini".
Google juga memberikan tautan yang akan membawa pengguna ke daftar apa saja yang harus dilakukan untuk tindakan pencegahan.
Tautan tersebut juga memunculkan hasil pencarian yang memberi tahu lokasi vaksinasi terdekat di lokasi pengguna.
Selain muncul di Indonesia, doodle ini juga terlihat di halaman pencarian wilayah Vietnam, Malaysia, Bangladesh, Sri Lanka, Pakistan, Lithuania, Yunani, Latvia, Inggris, dan Kanada.
Kamu dapat membaca artikel mengenai virus Corona hanya dengan mengklik ikon doodle yang terpampang di halaman awal pencarian.
Berita Terkait
-
Hari Perempuan Sedunia: Apa Itu, Latar Belakang dan Sejarah
-
Google Doodle Peringati Hari Kelahiran Marie Thomas, Siapakah Dia?
-
Profil Marie Thomas, Dokter Perempuan Pertama di Indonesia
-
Google Doodle Rayakan Hari Lahir Marie Thomas, Dokter Perempuan Pertama
-
Tampilkan Jam Unik, Google Doodle Rayakan Malam Tahun Baru
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi
-
Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan
-
Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus