Suara.com - Facebook menangguhkan akun Donald Trump selama dua tahun. Hal ini diumumkan perusahaan dalam keputusan yang sangat dinanti setelah berbulan-bulan perdebatan tentang masa depan mantan presiden itu di media sosial.
“Mengingat beratnya keadaan yang menyebabkan penangguhan Donald Trump, kami percaya tindakannya merupakan pelanggaran berat terhadap aturan kami yang pantas mendapatkan hukuman tertinggi yang tersedia di bawah protokol penegakan baru. Kami menangguhkan akunnya selama dua tahun, efektif sejak tanggal penangguhan awal pada 7 Januari tahun ini," kata Nick Clegg, wakil presiden urusan global Facebook, dalam sebuah pernyataan.
Pada akhir periode penangguhan, Facebook mengatakan, akan bekerja dengan para ahli untuk menilai risiko terhadap keselamatan publik yang ditimbulkan dengan memulihkan akun Donald Trump.
“Kami akan mengevaluasi faktor eksternal, termasuk contoh kekerasan, pembatasan pertemuan damai dan penanda kerusuhan sipil lainnya,” tulis Clegg dilansir laman The Guardian, Minggu (6/6/2021).
“Jika kami menentukan bahwa masih ada risiko serius terhadap keselamatan publik, kami akan memperpanjang pembatasan untuk jangka waktu tertentu dan terus mengevaluasi kembali hingga risiko itu surut.”
Dia menambahkan bahwa begitu penangguhan dicabut, seperangkat sanksi yang meningkat dengan cepat akan berlaku jika Donald Trump melanggar kebijakan Facebook.
Keputusan ini datang hanya beberapa minggu setelah masukan dari dewan pengawas Facebook yang merekomendasikan pada awal Mei agar akun Donald Trump tidak diaktifkan kembali.
Namun, dewan pengawas memberikan keputusan akhir tentang nasib Trump kembali ke Facebook sendiri, memberi perusahaan waktu enam bulan untuk membuat keputusan terakhir.
Dewan mengatakan bahwa hukuman penangguhan tidak terbatas dan tanpa standar Facebook untuk Donald Trump “tidak pantas”.
Baca Juga: Belum Sebulan, Trump Tutup Situs Website Miliknya
Kebijakan baru memungkinkan untuk meningkatkan hukuman penangguhan selama satu bulan, enam bulan, satu tahun, dan dua tahun.
Mantan presiden itu telah diskors sejak Januari, menyusul serangan mematikan di Capitol yang melihat gerombolan pendukung Trump menyerbu Kongres dalam upaya untuk membatalkan pemilihan presiden 2020.
Perusahaan itu menangguhkan akun Facebook dan Instagram Donald Trump atas unggahan, di mana ia tampak memuji tindakan para perusuh, mengatakan bahwa tindakannya menimbulkan risiko yang terlalu besar untuk tetap berada di platform.
Setelah kerusuhan Capitol, Donald Trump diskors dari beberapa platform teknologi utama, termasuk Twitter, YouTube, dan Snapchat. Twitter sejak itu membuat larangannya permanen.
Berita Terkait
-
Facebook: Teori Covid-19 Buatan Manusia Tak Lagi Tergolong Hoaks
-
Facebook Ungkap Tren Paling Populer Sepanjang Ramadan 2021
-
Facebook dan Instagram: 15 Juta Orang Bertukar Ucapan Selamat Lebaran
-
Waduh! Fitur Mode Gelap Facebook Mendadak Hilang
-
Jumlah Like di Facebook dan Instagram Bisa Disembunyikan, Begini Caranya
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Putusan MK soal Anggaran MBG Dinilai Masih Sisakan Celah hingga 2027
-
Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya
-
Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan
-
Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!
-
PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung, Status Tersangka Korupsi MBG Tetap Sah
-
Jatim Media Summit 2026: Ancaman Siber Mengintai Media dan Kreator, Keamanan Digital Jadi Keharusan
-
Mentan Luruskan Klaim Presiden Prabowo soal Penggilingan Padi Untung Rp2 Triliun per Bulan
-
Sudah 26 Tahun Tak Berubah, Mendagri Beri Lampu Hijau Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah
-
Bukan Gagal, Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo Disebut Bukti Agenda Bersih-bersih Berjalan
-
Sabun Cuci Muka Sombong Apakah Sudah BPOM? Intip Fakta dan Harganya