Biasanya, penipu menggunakan salah satu dari dua metode untuk membuat produk palsu.
Mereka dapat mengkloning, menciptakan sepenuhnya dari awal, mendaur ulang komponen dari limbah elektronik, menghilangkan bukti bahwa itu komponen lama, hingga membersihkan bagian dan mengemasnya agar tampak baru.
Dengan demikian, produk daur ulang atau palsu tersebut mungkin dapat memenuhi standar kualitas dasar.
Namun, ini tidak didasarkan pada proses pengujian atau kriteria yang mana produsen chip asli menginvestasikan waktu dan uangnya.
Alhasil, komponen tersebut pasti akan rusak setelah beberapa waktu atau dalam kondisi tertentu.
Itu bisa menjadi masalah besar bagi perusahaan yang membelinya untuk memproduksi produk mereka.
Meski begitu, masalah komponen ilegal ini diyakini tidak akan berpengaruh untuk perusahaan teknologi raksasa yang memiliki ketergantungan kuat pada produsen semikonduktor.
Biasanya, mereka hanya akan membeli komponen langsung dari produsen.
Sebagai informasi, pandemi Covid-19 membuat banyaknya lonjakan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca Juga: Duh! Lonjakan Covid-19 di Asia, Disebut Perburuk Krisis Chip Global
Banyak dari perusahaan ataupun konsumen individu yang ramai-ramai membeli PC, smartphone, tablet, hingga konsol game.
Alhasil, produsen pun memerlukan semikonduktor dalam jumlah besar. Semikonduktor ini merupakan komponen kecil yang berfungsi sebagai otak bagi perangkat elektronik.
Sayangnya, produksi chip semikonduktor ini belum mampu menangani lonjakan permintaan.
Hal ini kemudian berdampak pada kelangkaan perangkat yang muncul di sejumlah industri, mulai dari elektronik hingga otomotif.
Berita Terkait
-
Chip Semikonduktor Makin Seret, Korea Selatan Imbau Produsen Asing
-
Cara Penukaran Kartu ATM Debit BRI, Mandiri, BNI, dan BCA dan Tenggat Waktu
-
Peringatan! Kelangkaan Chip Terus Berlanjut hingga 2022
-
Duh! Krisis Chip Global Makin Parah, Apple Terancam Rugi Rp 57,5 Triliun
-
Batas Waktu Ganti Kartu Debit Bank Mandiri Terbaru Berbasis Chip
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Apakah Stylus Pen Bisa untuk Semua Tablet? Cek 5 Rekomendasi Digital Pen Terbaik
-
Daftar Harga HP Vivo dan iQOO Terbaru Februari 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
Tablet Samsung Galaxy Tab A9 vs Redmi Pad SE, Mana Paling Worth It Buat Anak Sekolah?
-
7 HP 5G Rp3 Jutaan Pesaing Redmi Note 15 5G: Spek Gahar, Harga Bersahabat
-
52 Kode Redeem FF 5 Februari 2026: Cek Bocoran Bundle Valentine dan Evo Gun Scorpio
-
19 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 5 Februari 2026: Rebutan Dembele UTOTY yang OP Banget
-
Vivo X300 Ultra Bakal Bawa Sensor Sony LYT901 dan Baterai 7.000 mAh
-
File Epstein Guncang Dunia Game: Mantan Petinggi GTA dan Call of Duty Terseret
-
5 HP Murah Tanpa Iklan 'Pop-Up', Pemakaian Harian Tenang tanpa Gangguan
-
Teknologi Sinematik Membawa Pengalaman Walk-Through Virtual Pertama ke Indonesia