Suara.com - Sepasang petani di Madhya Pradesh, India, secara tidak sengaja menanam beberapa mangga termahal di dunia.
Mangga yang ditanamnya merupakan jenis mangga Miyazaki asal Jepang, dijual dengan harga sekitar 270.000 rupee atau sekitar Rp 52,6 juta per kilogram di pasar internasional.
Hal ini bermula dari empat tahun lalu ketika salah satu dari mereka, Sankalp Singh Parihar, melakukan perjalanan ke Chennai untuk membeli beberapa benih kelapa hibrida.
Alih-alih membeli benih kelapa, ia bertemu dengan seseorang yang menawarkannya benih mangga seharga 2.500 rupee atau sekitar Rp 488.000.
Beberapa bulan kemudian setelah menanamnya, pasangan itu melihat bahwa mangga tersebut sangat berbeda dari jenis mangga lainnya. Mangga ini memiliki kulit luar berwarna merah.
"Saya tidak tahu jenis mangga apa itu, tetapi saya menamakannya Damini dan menanamnya," kata Parihar, dikutip dari World of Buzz, Selasa (29/6/2021).
Rupanya, jenis mangga yang ia tanam adalah mangga Miyazaki yang berasal dari Jepang.
Menurut India Today, mangga Miyazaki dijuluki sebagai salah satu buah paling mahal di dunia.
Menariknya, Mangga ini hanya ditemukan di beberapa negara, termasuk Bangladesh, Indonesia, dan Filipina.
Baca Juga: Tak Sadar Tanam Mangga Sultan, Petani India Kewalahan Jaga Kebun dari Maling
Pohon mangga muda membutuhkan cuaca hangat dan sinar Matahari intens sebelum tumbuh menjadi pohon tinggi yang dikenal sebagai Taiyo no Tamago di Miyazaki, Jepang.
Karena bentuknya yang seperti telur, buah ini juga disebut sebagai "Telur Matahari".
Berita tentang mangga Miyazaki yang langka ini menyebar ke seluruh kota dan menarik pembeli yang umumnya berasal dari kalangan pengusaha.
Pasangan itu mengaku bahwa tahun lalu, pencuri masuk ke kebun mereka dan mencuri 14 mangga.
Setelah kejadian itu, keduanya memutuskan untuk menyewa tiga penjaga keamanan dan sembilan anjing untuk melindungi pohon mangga tersebut.
Saat ini, keduanya telah menanam sekitar 52 mangga tetapi belum menjual satu pun.
Pasangan petani ini mengatakan bahwa di masa depan, keduanya berencana membuat mangga termahal di dunia ini lebih mudah diakses dan ditanam petani India.
Berita Terkait
-
Rencana Terowongan di Gunung Manggah Tak Masuk RPJMD, Pemkot Samarinda akan Lobi Pemprov
-
Ungkap Rasa Sebenarnya dari Permen Kaki, Warganet: Kirain Rasa Stroberi
-
Definisi Menyatu dengan Alam, Pria Ini Punya Pohon Mangga di Dalam Rumah
-
Penjual Ini Punya Cara Unik saat Jualan Buah Mangga, Netizen: Totalitas
-
Sejarah Pelacuran di Jakarta, dari Macao Po Hingga Gang Mangga
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
10 Nakes Kena Sanksi Usai Bully Pasien BPJS di Threads, Karier Hancur Seketika
-
Indonesia-Brasil Jajaki PTA Mercosur, Pintu Masuk Produk RI ke Pasar Amerika Latin Terbuka
-
Review The Price of Confession: Kisah Misteri Gelap Penjara Korea Selatan!
-
Aturan EUDR Mengancam Kopi Indonesia? Ini Strategi Kesiapan Petani Menembus Pasar Global
-
Pasar dan Investasi Jadi Bidikan, Indonesia Sambut Strategi Ekonomi BRICS 2030
-
Gedung Bapenda Terbakar, Pramono Anung Jamin Pengaturan Lalu Lintas Jakarta Tetap Aman
-
15 Pantun Hari Pramuka Lucu Ini Dijamin Bikin Suasana 14 Agustus Makin Meriah!
-
Memoar Seorang Geisha: Mengungkap Kehidupan Geisha Sebelum Perang Dunia II
-
Indonesia Pertama di ASEAN Pasang Pompa Jantung Terkecil Dunia, Pasiennya Penjual Nasi Uduk
-
Bukan Selalu Tone Deaf, Bisa Jadi Standar Kita yang Sudah Berbeda