Suara.com - Setelah dijual Huawei tahun lalu, Honor akhirnya resmi bebas dari sanksi dagang yang diberlakukan Amerika Serikat.
Perusahaan yang kini dipegang konsorsium ini akhirnya kembali bisa menggunakan layanan Google Mobile Services (GMS).
Namun, bebasnya Honor dalam menggunakan teknologi AS nampaknya kembali terancam.
Pasalnya, 14 perwakilan dari Partai Republik AS menginginkan Honor kembali bernasib sama dengan Huawei.
Dalam sebuah surat resmi yang dikirim ke Departemen Perdagangan AS, 14 perwakilan dari Partai Republik itu meminta Honor juga dikenakan larangan yang sama dengan Huawei.
Sebab, strategi Huawei menjual Honor dilakukan dalam upaya untuk menghindari kebijakan kontrol ekspor AS, yang dimaksudkan dalam menjaga teknologi dan software dari cengkraman Partai Komunis China.
Menurut laporan Phone Arena, Minggu (8/8/2021), surat ini mengatakan bahwa menjual Honor memberinya akses ke chip semikonduktor dan software yang diandalkannya.
Jika divestasi tidak dilakukan, mungkin sumber daya tersebut akan diblokir.
Lebih lanjut, para politikus ini menyatakan apabila Honor ditempatkan ke Entity List, maka Huawei akan terus memburuk. Contohnya adalah ketika merilis Huawei P50 tanpa konektivitas 5G.
Baca Juga: Desain Paten Beredar, Huawei Siapkan HP dengan Layar Gulung?
Hal ini dikarenakan imbas dari pelarangan dagang, terutama chip, yang diberlakukan pemerintah Trump sejak 2019 lalu.
Departemen Perdagangan AS juga telah menanggapi surat dari perwakilan Partai Republik. Menurut Juru Bicara, mereka menghargai perspektif para anggota Kongres ini.
"Kami sedang meninjau informasi yang tersedia untuk mengidentifikasi penambahan perusahaan dalam daftar entitas," ujar juru bicara.
Berita Terkait
-
Unisoc Kalahkan Huawei Sebagai Pemasok Chipset Terbesar Ketiga
-
Huawei P50 dan P50 Pro Meluncur, Ini Spesifikasi dan Dijual Mulai Rp 10 Juta
-
Huawei Keluar dari Lima Besar Pasar Ponsel di China
-
Huawei Nova 8 SE Vitality Edition Meluncur, Bawa Kirin 710A dan 3 Kamera
-
Pre-order Huawei FreeBuds 4 di Indonesia Dibuka Mulai 5-13 Agustus
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek