CDC mengutip satu contoh seorang lelaki yang meminum formulasi ivermectin suntik yang dimaksudkan untuk digunakan pada ternak dalam upaya mencegah Covid-19.
Lelaki itu pergi ke rumah sakit dengan kebingungan, kantuk, halusinasi, dan gemetar; dia pulih hanya setelah dirawat di rumah sakit selama sembilan hari.
FDA mengeluarkan peringatan serupa tentang ivermectin awal tahun ini. Pada Sabtu (21/8/2021), akun Twitter agensi menjadi berita utama ketika para pejabat men-tweet tentang penggunaan ivermectin.
"Kamu bukan kuda. Kamu bukan sapi. Serius, kalian semua. Hentikan," tulisnya dilansir dari Livescience, Minggu (29/8/2021).
Orang harus sadar bahwa ivermectin tidak mengobati atau mencegah Covid-19 dan mereka pasti tidak boleh menelan produk ivermectin yang dimaksudkan untuk digunakan pada kulit atau digunakan pada hewan, CDC memperingatkan.
Masyarakat juga harus mencari perhatian medis segera jika mereka telah menggunakan ivermectin dan mengalami efek samping.
Badan tersebut juga menegaskan kembali bahwa cara teraman dan paling efektif untuk mencegah Covid-19 adalah dengan mendapatkan vaksinasi terhadap penyakit tersebut.
Berita Terkait
-
FDA Perintahkan Stop Ivermectin untuk Covid : Kalian Bukan Kuda dan Sapi, Hentikan!
-
Kabar Obat Covid-19 Oseltamivir Berbahaya dan Mematikan, Cek Fakta Sebenarnya
-
CEK FAKTA: Benarkah Obat Covid-19 Oseltamivir Berbahaya dan Mematikan?
-
Datang ke Medan, Erick Thohir Diminta Obat Covid-19 Lebih Banyak oleh Bobby Nasution
-
5 Manfaat Air Kelapa Muda untuk Kesehatan, Salah Satunya Mencegah Batu Ginjal
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik