Suara.com - Insikt Group, divisi penelitian ancaman Recorded Future, mengumumkan ada hacker China diduga telah membobol situs 10 kementerian dan lembaga pemerintah Indonesia, termasuk salah satunya Badan Intelijen Negara (BIN).
Aksi ini diduga dilakukan oleh Mustang Panda Group yang menggunakan malware berjenis Plug X. Apa itu malware Plug X?
Pengamat Keamanan Siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa PlugX adalah remote access trojan (RAT) yang digunakan oleh hacker kelas dunia.
Ia menyebut, PlugX ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun karena selalu diperbarui dengan script dan memanfaatkan kemampuan enumerasi, akhirnya mampu mengelabui perlindungan anti-virus konvensional.
"(PlugX) ini merupakan serangan kelas tinggi dan karena sasarannya adalah lembaga pemerintahan dan sensitif seperti intelijen dan diplomat, maka memang harus disikapi dengan sangat serius oleh tim yang memiliki skill yang tinggi," kata Alfons saat dihubungi Suara.com, Senin (13/9/2021).
Malware PlugX menginfeksi perangkat dengan penyebaran lewat email dan spearphiising. Mengutip laman Trendmicro, email ini dibuat untuk menargetkan perusahaan atau organisasi tertentu, dengan konten yang sudah disesuaikan.
Adapun lampiran yang dikirim dapat berupa file yang diarsipkan, dibundel, atau dokumen yang dibuat khusus. Lampiran ini akan mengeksploitasi celah kerentanan yang ada di Adobe Acrobat Reader atau Microsoft Office.
Mengutip Malpedia, PlugX bisa memiliki sejumlah kemampuan berbahaya. Adapun kemampuan PlugX ini meliputi:
1. Mengambil informasi perangkat
2. Screenshot layar
3. Mengirim informasi yang diketik dari keyboard atau mouse
4. Keylogging
5. Reboot System
6. Membuat, menghentikan, dan menghitung proses
7. Membuat, memulai, memodifikasi, dan menghentikan layanan
8. Mengelola Windows, membuka shell, mencatat kejadian dalam file text log, dll.
Baca Juga: Hacker China Disebut Bobol Kementerian dan BIN, BSNN: Masih Simpang Siur
Alfons mengatakan, kegagalan melindungi sistem dari serangan RAT pada level intelijen akan berdampak pengambilalihan sistem dan data penting, baik di database server maupun jaringan.
"Dan akan mengakibatkan kebocoran informasi dan kerugian besar dari negara yang diserang," jelasnya.
Berita Terkait
-
Pangeran Arab Saudi Ditemukan Meninggal Dunia di London, Darahnya Mengandung Miras dan Narkoba
-
Sung Han Bin ZEROBASEONE Resmi Didapuk Jadi MC Street World Fighter: Director's War
-
Prabowo Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Tahni
-
Woo Do Hwan dan Chae Soo Bin Resmi Bintangi Drakor Flowers Are the Bait
-
Lee Sun Bin dan Bae Hyeon Seong Bintangi Film Komedi The Taste of Prison
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya
-
707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?
-
Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung
-
Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik
-
7 Cara Menyiasati Posisi Meja Kerja yang Salah Menurut Feng Shui, Tidak Perlu Dipindah
-
Review Film M3GAN 2.0: Aksi Penuh Gaya dari Boneka Ikonik Generasi Baru!
-
Sinyal Positif: Realisasi Pajak Lampung Meroket 25 Persen di Semester I
-
Tak Hanya Soal Usia, Ini Perbedaan Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak
-
Tragedi di Punggung Naga: Pelukan Tebing Gunung Piramid Merenggut Nyawa Pendaki dan Pemandunya
-
Daftar Harga HP Oppo Terbaru Agustus 2026, Mulai Rp1 Jutaan hingga Flagship