Bisnis / Keuangan
Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bergerak cepat mengatasi keterbatasan pasokan semen yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh. Foto ist.
Baca 10 detik
  • SIG percepat pasokan semen Aceh lewat optimalisasi produksi dan distribusi.
  • Bos SIG turun langsung memastikan stok semen kembali normal di pasar.
  • Produksi, logistik, dan distribusi diperkuat untuk redam gejolak harga semen.

Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bergerak cepat mengatasi keterbatasan pasokan semen yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh. Perseroan mengoptimalkan produksi dan memperkuat distribusi di jaringan SIG Group untuk memastikan kebutuhan masyarakat dan proyek pembangunan tetap terpenuhi di tengah lonjakan permintaan pasar.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, turun langsung ke Aceh memimpin koordinasi lapangan guna mempercepat pemulihan pasokan. Kunjungan kerja tersebut dilakukan dengan meninjau operasional PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga, mengevaluasi kesiapan fasilitas produksi, distribusi, dan logistik, hingga berdialog dengan distributor utama untuk memastikan ketersediaan semen di pasar.

"Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan setiap hambatan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat dan pembangunan tetap terpenuhi melalui pasokan semen yang memadai dan distribusi yang semakin lancar," ujar Indrieffouny Indra.

Sebagai produsen bahan bangunan terbesar di Indonesia, SIG menegaskan komitmennya menjaga kelancaran pasokan semen, khususnya di wilayah Sumatra. Langkah cepat ini diambil menyusul meningkatnya kebutuhan pasar yang memicu keterbatasan pasokan di beberapa daerah dan berdampak pada fluktuasi harga di tingkat toko.

Untuk mempercepat normalisasi pasar, SIG telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Perusahaan mengoptimalkan produksi dan pengeluaran semen dari Pabrik Lhoknga serta Packing Plant Lhokseumawe, sekaligus menambah suplai melalui Packing Plant Malahayati guna memperluas jangkauan distribusi.

Di sisi lain, SIG memperkuat koordinasi dengan distributor, mitra logistik, dan pemerintah daerah agar penyaluran semen ke pasar dapat berlangsung lebih cepat. Perseroan juga menerapkan pemantauan harian terhadap stok, distribusi, dan permintaan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional secara responsif.

Menurut Indrieffouny Indra, tantangan geografis Aceh dan tingginya mobilitas permintaan membutuhkan koordinasi lintas pihak yang lebih intensif. Karena itu, SIG membentuk mekanisme koordinasi lintas fungsi agar setiap kendala di lapangan dapat segera direspons.

"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dan para pelaku pembangunan memperoleh kepastian pasokan. Seluruh sumber daya SIG kami arahkan untuk mempercepat pemulihan distribusi sehingga kondisi pasar dapat kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin," katanya.

Selain fokus pada pemulihan pasokan, SIG terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh jaringan distribusi untuk menjaga penyaluran semen berjalan tertib, efisien, dan merata. Perusahaan juga mengimbau seluruh mitra penyalur menerapkan praktik distribusi yang sehat dan bertanggung jawab agar produk dapat diterima konsumen secara optimal.

Baca Juga: Prahara Pulau Emas, Potret Luka Bencana Sumatra Dipamerkan di Aceh

SIG meyakini sinergi antara perusahaan, pemerintah, distributor, dan mitra logistik menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan semen di Aceh. Dengan distribusi yang kembali normal, pembangunan infrastruktur, sektor perumahan, dan aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan dapat terus berjalan tanpa hambatan.

Load More