Suara.com - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Dr. Eng. Hary Budiarto, M.Kom., IPM. mengatakan akselerasi transformasi digital tak lepas dari peran masyarakat.
"Masyarakat digital dibangun dengan konsep segitiga. Paling atas adalah pimpinan digital. Lapis tengah adalah talenta digital. dan yang paling bawah adalah literasi digital," kata Hary dalam keterangan pers Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Senin (11/10/2021).
"Harapan kami dengan menyasar mulai dari tingkat pimpinan, kemudian masyarakat menengah sampai ke literasi, masyarakat bisa berkembang dan masuk ke ekonomi digital, sehingga transformasi digital dapat terakselerasi," ujarnya menambahkan.
Mengenai upaya meningkatkan literasi digital dan kearifan lokal, Hary mengatakan Kominfo fokus mengembangkan literasi digital dan target sampai 2024 adalah 50 juta masyarakat yang mengikuti program literasi digital.
"Artinya, setiap tahunnya ada 12,5 juta masyarakat yang harus mendapat literasi digital," kata Hary.
Lebih lanjut, ia mengatakan Kominfo sudah membuat suatu modul yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan literasi digital mereka.
Modul tersebut berisi beberapa fokus antara lain cakap bermedia digital, etis bermedia digital, aman bermedia digital, dan budaya bermedia digital. Kominfo terbuka untuk menambahkan kearifan lokal dalam modul tersebut.
Dengan literasi digital yang kian meluas, diharapkan bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Kominfo mencatat ekonomi digital Indonesia pada 2020 mencapai 44 miliar dolar AS (sekira Rp632 triliun). Diprediksi pada 2025, nilai ekonomi digital meningkat menjadi 124 miliar dolar AS dan menjadi senilai 315,5 miliar dolar AS pada 2030.
Baca Juga: Alasan Arumi Bachsin Ajarkan Literasi Digital Kepada Buah Hatinya
"Hanya dalam 5 tahun saja ekonomi digital Indonesia akan tumbuh kurang lebih 3 kali lipat pada 2025 menjadi Rp1.760 triliun. Pertanyaannya, siapa yang akan memanfaatkan pertumbuhan ekonomi digital ini? Tentu akan sayang sekali kalau Indonesia hanya berperan sebagai konsumen atau pasar saja," tambah Direktur Digital Business PT Telkom Indonesia Tbk, Muhammad Fajrin Rasyid.
Fajrin mengatakan, pada 2020, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 175,4 juta, dengan jumlah ponsel yang terhubung ke jaringan sebanyak 338 juta ponsel atau 124 persen dari total populasi Indonesia.
Jumlah tersebut, lanjut Fajrin, sangat besar dan masih akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.
Ia memaparkan, kearifan lokal kental hubungannya dengan posisi perusahaan rintisan (startup) lokal dalam menghadapi kompetisi dengan pemain global.
"Kalau kita melihat beberapa contoh di Indonesia, dalam beberapa kasus startup lokal atau yang dibangun di Indonesia dapat berkompetisi dengan startup global. Dalam beberapa kasus, memaksa pemain global tersebut untuk berhenti beroperasi atau merger," paparnya.
Fajrin menambahkan, beberapa rahasia dari startup yang bisa bersaing dengan startup global adalah kearifan lokal itu sendiri.
"Kearifan lokal membuat startup Indonesia mampu atau mencoba untuk memahami local market dengan lebih baik lagi. Kemudian dari sisi model bisnis, lahir fitur-fitur atau hal-hal yang dekat terhadap pasar Indonesia atau dalam negeri, yang sulit dipenuhi atau dicapai oleh startup global," imbuhnya. [Antara]
Berita Terkait
-
Indonesia Siap Loncat ke Era AI dan 5G, DTI-CX 2026 Jadi Pusat Transformasi Digital Nasional
-
Transformasi Digital Kampus, BTN & Undip Resmi Luncurkan KTM Co-Branding Bagi 17.000 Mahasiswa Baru
-
NIK dan IKD Jadi Fondasi Transformasi Digital Pemerintah, Perkuat Integrasi Layanan Publik
-
Kebocoran Data Bisa Picu Eksodus Nasabah, Survei Ungkap Tantangan Perbankan Digital
-
OJK Integrasikan APPK dan IASC untuk Lindungi Nelayan dari Teror Pinjol Ilegal
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027