Suara.com - 3 Indonesia memperluas jaringan dan menyelesaikan penyebaran BTS 4G di 70 desa terpencil lebih cepat dari yang telah ditargetkan pada 2021.
Desa-desa tersebut tersebar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Penyebaran BTS 4G di daerah-daerah terpencil ini menunjukkan komitmen 3 Indonesia dalam mendukung program pemerintah untuk menyediakan konektivitas mobile broadband 4G di seluruh penjuru Indonesia.
Didukung oleh jaringan 3 Indonesia yang luas dan kuat, masyarakat di pelosok desa-desa kini dapat menikmati konektivitas internet yang menghubungkan mereka dengan dunia digital.
Hal ini memungkinkan penduduk desa untuk mengakses informasi berlimpah yang tersedia di internet dan meningkatkan literasi digital mereka.
Mereka juga dapat membuka lebih banyak peluang untuk menciptakan dan mengembangkan potensi ekonomi desa melalui ekonomi digital yang nantinya akan meningkatkan pendapatan desa.
"3 Indonesia telah menyelesaikan pembangunan BTS 4G di 70 desa terpencil lebih cepat dari target kami pada tahun 2021," ujar Desmond Cheung, Chief Technical Officer 3 Indonesia dalam keterangan resminya, Selasa (12/10/2021).
Menurutnya, 3 Indonesia akan terus menghadirkan jaringan 4G di lebih dari 300 desa terpencil lainnya pada 2022.
Hal ini akan membantu mempercepat transformasi digital untuk memberdayakan bangsa dan meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di pedesaan.
Kabupaten Sanggau di Kalimantan Barat dan Kabupaten Tapanuli Selatan di Sumatera Utara termasuk di antara kabupaten yang desanya saat ini telah terhubung ke jaringan broadband 4G dari 3 Indonesia.
Baca Juga: Pengamat Ungkap Manfaat Konsolidasi Indosat dan Tri
Berita Terkait
-
Jaringan 4G XL Axiata Jangkau 40 Desa Sekitar Danau Toba
-
Usai Merger Indosat dan Tri, Saham ISAT Malah Makin Amblas
-
Indosat dan Tri Merger, Jadi Indosat Ooredoo Hutchison
-
Akses Internet 4G Akhirnya Bisa Dirasakan Warga Desa Sei Besar di Lingga
-
Trafik Data Meningkat 76 Persen di Banten, XL Axiata Gencar Bangun Jaringan 4G
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup