Suara.com - Produsen chipset untuk smartphone, Qualcomm, sepertinya tersinggung dengan keputusan Google untuk beralih menggunakan Tensor. Hal ini diungkap langsung oleh Qualcomm dengan emoji red flag atau bendera merah.
"Kami memutuskan untuk membuat system-on-chip (SoC) smartphone sendiri ketimbang menggunakan Snapdragon," kata Snapdragon dalam unggahan tweet yang disertai emoji bendera merah, dikutip pada Minggu (17/10/2021).
Emoji red flag atau bendera merah adalah emoji yang menandakan sinyal peringatan, dan belakangan ini sedang ramai di Twitter. Emoji ini menggambarkan sesuatu yang menandakan adanya bahaya, masalah, atau ketidaksesuaian atas perilaku atau fenomena tertentu.
Qualcomm memang tidak menyebutkan secara gamblang tweet ini ditujukan kepada siapa. Tapi kemungkinan besar cuitan tersebut dimaksudkan ke Google.
Sebagaimana diketahui, Google beberapa waktu lalu mengumumkan bahwa mereka memilih Tensor sebagai chip yang memperkuat seri Pixel 6 dan Pixel 6 Pro yang diluncurkan dalam beberapa hari ke depan.
Dengan begitu, seri Pixel selanjutnya tidak lagi diperkuat chip buatan Qualcomm, Snapdragon. Sebelumnya prosesor ini memang selalu diandalkan Google untuk ponsel seri Pixel buatannya.
Google mengklaim chip Tensor buatannya unggul dalam kemampuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pembelajaran mesin (machine learning) yang lebih baik dari seri Pixel sebelumnya.
Diwartakan The Verge, Pixel 6 dan Pixel 6 Pro yang diperkuat Tensor dapat memperbaiki kualitas foto yang buram, merekam video lebih baik, dan mentranskripsikan suara ke teks menjadi lebih akurat.
Selain itu, keunggulan Tensor adalah Google bisa memperpanjang umur ponsel Pixel dengan update software lebih lama ketimbang prosesor yang dibuat Qualcomm.
Baca Juga: Terkesan Sepele, Ternyata Ini Pentingnya Memiliki Asuransi Smartphone
Sebelumnya beredar informasi bahwa Google Pixel 6 dan Pixel 6 Pro akan menerima security update atau pembaruan keamanan selama lima tahun. Ini menjadikan Google sebagai brand ponsel Android yang paling lama memperpanjang umur ponsel dari merek Android lain seperti Samsung, OnePlus, Oppo, atau Xiaomi.
Akan tetapi, Google adalah salah satu pelanggan Qualcomm yang bisa dibilang kecil. Qualcomm sendiri masih menyediakan beberapa chip untuk brand lain yang lebih besar, seperti Samsung, dengan penjualan ponsel mencapai 17 persen di seluruh dunia selama kuartal dua 2021.
Google Pixel 6 dan Pixel 6 Pro sendiri dijadwalkan bakal segera rilis ke publik pada 19 Oktober 2021.
Berita Terkait
-
Perkuat Industri Semikonduktor, PERURI Luncurkan Sandbox Desain Chip Merah Putih
-
5 HP Terbaru Rilis Agustus 2026, Ada Ponsel Rp3,7 Jutaan dengan Baterai Jumbo 8.000 mAh
-
5 Rekomendasi HP Rp5 Jutaan: Performa Ngebut, Kamera Jernih, dan Memori Lega
-
Apple dan Samsung Menguat Saat Qualcomm-MediaTek Tertekan Krisis Memori
-
Oppo Reno16 Pro 5G Jadi Pionir MediaTek Dimensity 8550 Super di Indonesia, Apa Keunggulannya?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan