Suara.com - Siskaeee baru saja ditetapkan sebagai tersangka usai membuat geger publik terkait konten vulgar di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Fakta baru mengungkap bahwa perempuan ini memang kerap bikin video porno di sejumlah ruang publik.
Kabid Humas Polda Yogyakarta Kombes Pol Yulianto mengungkapkan, hal ini berdasar hasil pemeriksaan oleh penyidik. Siskaeee mengaku tidak hanya melakukan porno aksi di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
"Menurut pengakuan S ada beberapa lokasi di Yogya yang dijadikan tempat tersangka S untuk melakukan aksinya selain yang di bandara YIA," kata Yulianto, Minggu (5/12/2021).
Video vulgar Siskaeee sendiri memang sudah banyak tersebar di media sosial. Namun bagaimana aturan media sosial, seperti Twitter, Facebook, dan Instagram, dalam menanggapi konten vulgar di platformnya?
Suara.com merangkum sejumlah aturan konten dewasa yang diterapkan tiga media sosial tersebut. Berikut rincinya.
Twitter
Dalam laman Pusat Bantuan Twitter, perusahaan menyatakan bahwa banyak orang-orang yang kerap membagikan gambar dan video sebagai bagian dari percakapan, termasuk topik sensitif seperti konten kekerasan dan konten dewasa.
"Kami menyadari bahwa sebagian orang mungkin tidak ingin melihat konten sensitif; itulah sebabnya kami menetapkan keseimbangan antara mengizinkan orang-orang membagikan jenis media ini dan membantu orang-orang yang ingin menghindari melakukan itu," kata Twitter, dikutip Senin (6/12/2021).
Oleh karena itu, Twitter tidak memperbolehkan pengguna mencantumkan konten kekerasan, kebencian, atau dewasa ke daerah yang mudah terlihat di Twitter. Termasuk dalam video langsung, gambar profil, header, atau banner Daftar.
Berikut contoh konten dewasa menurut Twitter:
Baca Juga: Sambangi Polda DIY, Siskaeee Terduga Pemeran Video Porno Jalani Pemeriksaan
- Ketelanjangan, baik keseluruhan maupun sebagian, termasuk menampilkan secara dekat bagian kelamin, bokong, atau payudara (kecuali konten yang terkait ibu menyusui)
- Simulasi tindakan seksual
- Persanggamaan atau kegiatan seksual apa pun, ini juga berlaku untuk kartun, hentai, atau anime yang melibatkan manusia atau menggambarkan binatang dengan fitur menyerupai manusia
Namun Twitter mengecualikan untuk konten seni, kedokteran, kesehatan, atau pendidikan.
Jika pengguna mau membagikan konten itu di Twitter, mereka perlu menandai akunnya sebagai akun sensitif. Dengan melakukan itu, gambar dan video akan diletakkan di balik interstitial (atau pesan peringatan), yang perlu disetujui sebelum media Anda dapat ditampilkan.
"Dengan menggunakan fitur ini, orang-orang yang tidak ingin melihat media sensitif dapat menghindarinya, atau mengambil keputusan berdasarkan informasi dalam memilih untuk melihat media tersebut," jelas Twitter.
Instagram
Instagram sudah memastikan bahwa mereka tidak mengizinkan konten seksual di aplikasinya. Terbukti beberapa hari lalu foto puting Madonna dihapus langsung oleh Instagram.
"Kami memahami tidak semua orang akan setuju dengan batasan kami, aturan kami dirancang untuk membantu menjaga semua orang di segala usia agar aman menggunakan aplikasi kami, sembari memberikan ruang untuk ekspresi sebanyak mungkin," kata juru bicara Meta, dikutip dari CNN beberapa hari lalu.
Jika mengutip dari laman Pedoman Komunitas Instagram, mereka memang bertujuan untuk membuat ruang yang aman untuk inspirasi dan berekspresi. Dengan aturan ini, perusahaan dapat menentukan apa saja yang bisa disebar di Instagram.
Berita Terkait
-
Siskaeee Geram Pelaku Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Belum Ditangkap: Giliran Bokepku Bisa!
-
Terbongkar dari Tato! Polisi Tetapkan Pria Lawan Main Lisa Mariana Tersangka Kasus Video Porno
-
Benarkah Video Syur Lisa Mariana Direkam Saat Sadar? Begini Pengakuannya
-
Waspada Jebakan Batman! Link Video Syur Kendari 1 vs 7 Ancam Kuras Rekening & Curi Data
-
Viral Kendari 1 vs 7: Bukan yang Kamu Kira! Ini Arti & Bahaya Dibalik Isu Video Syur
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Harga dan Spesifikasi Marshall Monitor III ANC Cream di Indonesia
-
5 Tablet 12 Inci untuk Produktivitas Tinggi, Ringkas Dibawa Kemana Saja
-
Google Luncurkan Search Live, Bisa Cari Info Pakai Suara dan Kamera
-
Tips Bikin Konten Instagram dan TikTok Lebih Autentik Pakai Xiaomi 17 dengan Kamera Leica
-
5 Pilihan HP POCO 5G Terbaru Paling Murah di 2026, Konektivitas Cepat
-
Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir: Andalkan Kamera Nightography dan AI, Cocok Buat Konten Seharian
-
Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
NextDev Summit 2026 : Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Jadi Juara
-
Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perluas Internet ke Pelosok Daerah