Suara.com - Kini istilah metaverse semakin populer dan ramai diperbincangkan. Arti metaverse memang tak jauh-jauh dari internet.
Istilah Metaverse juga makin dikenal setelah Bos Facebook Mark Zuckerberg mengubah semua unit usahanya, termasuk Instagram dan WhatsApp menjadi Meta. Lantas apa arti metaverse sebenarnya?
Dikutip dari situs teknologi Wired, arti Metaverse adalah sesuatu yang abstrak seperti ketika manusia menggagas ide mengenai jaringan komunikasi besar bernama internet pada 1970-an. Saat itu, tak ada yang benar-benar tahu gagasan seperti apa yang disebut dengan Internet.
Begitu pula dengan Metaverse, yang merujuk pada ide-ide baru tersebut. Metaverse tidak mengacu pada satu jenis teknologi. Lebih dari itu, istilah ini justru mengarah pada cara-cara baru memanfaatkan teknologi.
Intinya, arti metaverse berarti memperbesar cakupan teknologi dalam kehidupan sehari-hari manusia. Dalam metaverse, manusia akan mengenal istilah virtual reality (VR) yang ditandai dengan pemakaian dunia virtual yang lebih berkelanjutan.
Kemudian, ada pula augmented reality (AR) di mana akan ada penggabungan antara aspek virtual dan fisik. Konsep-konsep itu akan terjangkau dengan mudah, bukan hanya pada layar komputer atau laptop tetapi juga di dalam genggaman manusia lewat ponsel pintar.
Tak cuma sampai di situ, metaverse juga berkaitan erat dengan identitas virtual sebuah platform untuk kepentingan ekonomi. Untuk mengarah ke sana, sekarang setiap platform memiliki avatar tertentu, pembalas pesan digital yang tampak seperti manusia sungguhan, serta pasar digital yang memungkinkan untuk berbelanja tanpa kasir.
Di masa depan, teknologi metaverse ini dimungkinkan bisa digunakan untuk membawa barang-barang secara virtual. Sebagai contoh adalah saat kamu membeli satu pakaian dari sebuah aplikasi dan dipindahkan ke aplikasi lainnya. Tidak hanya kemeja yang ringan dan bisa digenggam, barang sebesar mobil pun kabarnya bisa diperlakukan serupa.
Melalui inovasi, teknologi-teknologi baru dalam metaverse kini terdengar seperti tidak mungkin. Namun, kita tidak bisa menutup mata bahwa internet terus berkembang. Kejadian-kejadian yang tidak mungkin di masa lampau, bisa menjadi kenyataan di masa kini.
Baca Juga: Siapa Saja yang Membangun Metaverse? Cek Daftar Perusahaan Raksasa yang Terlibat
Sekian penjelasan tentang arti metaverse yang perlu kalian ketahui. Sudah siapkah kalian menyambut dunia virtual itu?
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali