Suara.com - Sebanyak 270 orang yang terdiri dari dokter, ahli kesehatan, dan ilmuwan melayangkan surat terbuka ke Spotify agar membuat kebijakan tegas dalam mengatasi misinformasi Covid-19 di platformnya.
Surat terbuka ini dilayangkan sebagai tanggapan dari podcast artis Joe Rogan di Spotify pada 31 Desember lalu. Saat itu ia mewawancarai Dr. Robert Malone, seorang ahli virus yang mengklaim sebagai salah satu tokoh pencipta teknologi mRNA.
Di podcast itu, Malone membuat klaim tak berdasar terkait Covid-19. Ia mengaku bahwa pembentukkan massal psikosis membuat orang-orang percaya kalau vaksin itu efektif.
Ia juga mengklaim kalau Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menyembunyikan data bahwa Ivermectin adalah obat Covid-19 yang valid. Episode siniar ini kemudian viral dan mendapatkan banyak tanggapan dari kritikus dan fans Rogen.
Surat terbuka itu mengatakan kalau Spotify dianggap membiarkan platformnya merusak kepercayaan publik pada penelitian ilmiah dan menyebarkan keraguan ke kredibilitas panduan berbasis data yang ditawarkan para ahli medis.
"Episode itu bukan satu-satunya bentuk pelanggaran yang terjadi di Spotify, tapi itu salah satu contoh relevan dari kegagalan platform untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan," kata surat terbuka itu, dikutip dari Engadget, Jumat (14/1/2022).
Surat terbuka itu juga mengatakan kalau Spotify tidak memiliki kebijakan misinformasi Covid-19 seperti halnya yang dilakukan Facebook, Twitter, YouTube, dan lainnya.
Kelompok itu kemudian meminta Spotify untuk mengambil tindakan seperti memiliki kebijakan resmi dalam memerangi misinformasi Covid-19. Mereka juga mau Spotify memiliki aturan yang memaksa kreator podcast bertanggung jawab atas konten siniarnya.
Sayang Spotify belum memberikan respons atas surat terbuka yang dilayangkan.
Baca Juga: Spotify HiFi Tak Kunjung Rilis, Takut Kalah Saing?
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Strava Tambahkan Fitur Terapi Fisik, Bantu Pengguna Pantau Pemulihan Cedera Lewat Aplikasi Fitness
-
Epson Asia Tenggara Membuka Pendaftaran untuk The 17th Epson International Pano Awards 2026
-
Donald Trump Rilis 160 Dokumen Rahasia UFO: Bahas Alien dan Objek Misterius
-
5 Rekomendasi Smartwatch dengan Fitur SOS Darurat dan GPS Terbaik untuk Pendaki Gunung
-
Minigame Gratis, Resident Evil Requiem Tambah Mode Leon Must Die Forever
-
Nintendo Switch 2 Semakin Mahal
-
vivo S2 Bakal Hadir Lagi? Seri HP Mid-Range Legendaris Ini Dirumorkan Comeback pada 2026
-
Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
-
Blue Moon Mei 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Puncak dan Cara Melihatnya di Indonesia
-
Teknologi Baru untuk Bunda! Risiko Alergi Anak Kini Bisa Dicek Lewat HP