Suara.com - Direktur Jendral Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Semuel Abrijani Pangerapan menyebutkan masyarakat Indonesia membutuhkan literasi digital yang benar guna memahami ruang digital dan mengoptimalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Literasi itu perlu digalakkan lebih banyak lagi dengan masyarakat yang berperan aktif sehingga nantinya literasi digital Indonesia bisa mencapai status baik.
“Tugas saat ini adalah bagaimana kita membekali masyarakat kita supaya mereka tahu cara kerja internet, yaitu memasukkan internet sebagai ruang digital yang menjadi bagian dari realita kita,” kata Semuel dalam acara peluncuran survei indeks literasi digital yang digelar Kominfo, Kamis (20/1/2022).
Akibat pandemi, hampir seluruh kegiatan masyarakat dipindahkan ke ruang digital. Masyarakat pun yang tadinya tak terbiasa memanfaatkan ruang digital, cukup banyak yang tergagap akan hal itu.
Untuk itu di 2021, Kementerian Kominfo mencanangkan percepatan transformasi digital dan memasukan Gerakan Literasi Digital Nasional sebagai cara membekali masyarakat dengan keterampilan yang tepat dan benar saat menggunakan ruang digital.
Ada pun empat hal yang diajarkan dalam gerakan itu ialah budaya digital, kecakapan digital, etika digital, dan keamanan digital.
“Ini bekal untuk masyarakat agar bisa mengetahui betul ruang digital, kan sama saja kita waktu masih kecil diajarkan tentang ruang fisik oleh orang tua, sekolah, dan lingkungan,” kata Semuel.
Dengan berjalannya program Gerakan Literasi Digital Nasional diperlukan juga evaluasi berupa pengukuran indeks Literasi Digital. Tujuannya agar pemerintah bisa mengetahui hal yang perlu diperbaiki dan mendorong masyarakat untuk berperan aktif membenahi kekurangan itu.
“Memasuki tahun yang baru ini kami sangat berharap program nasional literasi digital dapat terus terlaksana dengan baik dan dapat semakin besar dan dampaknya serta mendapatkan dukungan dan antusiasme yang besar dari seluruh lapisan masyarakat,” tutup Semuel. [Antara]
Baca Juga: Metaverse dan Web 3.0 Akan Dikenalkan di Program Nasional Literasi Digital
Berita Terkait
-
Pramuka Masa Kini, Masih Relevankah Morse ketika Semua Ada di Google?
-
Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir
-
Dulu Googling, Kini TikToking: Mengapa Gen Z Beralih ke TikTok?
-
Kembangkan Literasi Digital Siswa, Dosen UNP Kediri Ciptakan Model Belajar Berbasis AR dan AI
-
OJK Integrasikan APPK dan IASC untuk Lindungi Nelayan dari Teror Pinjol Ilegal
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik