Suara.com - Truecaller, platform untuk memverifikasi kontak dan memblokir komunikasi tidak diinginkan, telah menandatangani kesepakatan akuisisi CallHero (www.getcallhero.com), aplikasi asisten digital
menggunakan teknologi AI.
Layanan Smart Agent ini akan diperkenalkan di dalam seluruh rangkaian layanan Truecaller yang ada sekarang.
Melalui kerja sama ini, pengguna Truecaller akan mendapatkan dukungan digital assitant pribadi yang mampu menjawab seluruh panggilan masuk dari segala nomor yang tidak dikenal.
Nilai akusisi yang disepakati untuk membawa layanan CallHero ke dalam Truecaller senilai 4,5 juta dolar AS atau setara lebih Rp 64,5 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebesar 2,6 juta dolar AS atau setara lebih dari Rp 37 miliar akan dilunasi segera setelah penyelesaian perjanjian akuisisi, sedangkan 1,9 juta dolar AS atau lebih dari Rp 27 miliar akan dibayarkan dalam bentuk penerbitan saham baru.
Akuisisi ini diprediksi akan selesai pada kuartal pertama 2022.
“Percakapan antara penelpon akan dapat terlihat dalam bentuk teks yang terpasang di aplikasi Truecaller," terang Alan Mamedi, CEO dan Co-founder Truecaller.
Menurutnya, layanan ini akan membantu pengguna Truecaller dalam memprioritaskan komunikasi yang relevan dan penting, tanpa harus bicara.
Teknologi dari CallHero ini akan dikembangkan untuk memperkuat penawaran Truecaller di pasar Amerika Serikat, sebelum nantinya diluncurkan ke semua pasar di dunia tempat Truecaller beroperasi, termasuk di Indonesia.
Baca Juga: Antartika Diduga Simpan 300 Ribu Batuan Luar Angkasa Tersembunyi
Selanjutnya, Alan juga menambahkan, CallHero dipilih karena aplikasi ini memiliki nilai fungsionalitas canggih yang dikembangkan dengan baik untuk para pengguna iPhone.
"Teknologi ini juga memungkinkan Truecaller manjadi lebih efisien dan user-friendly bagi pengguna iPhone dan Android di seluruh dunia,” ujar dia.
CallHero menyediakan tambahan perlindungan bagi pengguna dalam menangani spam dari berbagai nomor tidak dikenal.
Solusi ini akan menjadi salah satu layanan terpenting untuk penanggulangan spam di negara-negara yang terdaftar paling banyak menerima spam, seperti Indonesia.
Indonesia juga merupakan negara paling banyak spam nomor enam di dunia dan nomor satu di Asia tenggara berdasarkan Global Spam Report 2021 dari Truecaller.
Suara penelfon akan dikirimkan secara real time kepada pengguna melalui pesan teks di layar telepon.
Berita Terkait
-
Inilah Ameca, Robot Humanoid yang Mampu Tampilkan Ekspresi Wajah
-
Arifitial Intelligence, Bisa Membuat Robot Seperti Layaknya Manusia?
-
Indonesia Masih Masuk Kelompok Negara dengan Jumlah Telepon Spam Tertinggi di Dunia
-
Di AIIS 2021, BRIN Beri Penghargaan untuk Huawei
-
Manusia Virtual Rozy Diprediksi Hasilkan Lebih Banyak Uang daripada Idol Korea
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
35 Kode Redeem FF 7 Februari 2026: Bocoran Lengkap P Joker Revenge, Transformasi Peta Bermuda Gurun
-
22 Kode Redeem FC Mobile 7 Februari 2026, Prediksi Hadirnya CR7 dan Messi OVR Tinggi
-
Apakah Smart TV Bisa Tanpa WiFi? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Layar Jernih 32 Inch
-
7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
-
TV OLED dengan Dukungan NVIDIA G-SYNC, Hadirkan Pengalaman Main Game Tanpa Lag
-
Kolaborasi Honkai Star Rail dan Fortnite, Hadirkan Skin Spesial dan Berbagai Keseruan
-
5 Smart TV 24 Inci 4K Murah, Visual Jernih untuk Nonton Maupun Monitor PC
-
4 Prompt Gemini AI Terbaik untuk Hasil Foto Analog Tahun 1994 yang Ikonik
-
Smart TV Murah dan Bagus Merk Apa? Ini 3 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
-
Swing Kencang, Sinyal Ngebut: Telkomsel x Topgolf Hadirkan Paket Golf + Internet