Suara.com - YouTube adalah situs berbagi video yang banyak digunakan saat ini. Layanan file sharing berbasis web, video/audio ini memungkinkan individu mendapatkan informasi, juga bisa menjadi media pembelajaran.
Masuknya YouTube sebagai media pembelajaran adalah cara yang mudah dan user-friendly untuk meningkatkan keterampilan mengintegrasikan teknologi ke dalam kegiatan pengajaran.
Channel YouTube edukasi memungkinkan pengguna untuk mendapatkan informasi baru dan belajar melalui video interaktif, bahkan mengikuti kelas online melalui live streaming.
Ada beberapa channel YouTube yang memberikan informasi seputar ilmu pengetahuan dengan sangat menarik, khususnya sains. Bagi yang suka sains, semuanya dikemas dengan menarik, sehingga tidak akan bosan menontonnya.
Berikut channel YouTube edukasi untuk belajar sains berbahasa Indonesia, yang dirangkum HiTekno.com, jaringan Suara.com yang sudah kami rangkum:
1. Kok Bisa
Channel YouTube edukasi Kok Bisa menjadi pelopor Youtube dengan konten edukasi Indonesia. Melalui animasi graphic motion, menjelaskan pertanyaan dan konsep sains yang rumit secara kontekstual dan lebih mudah dipahami.
Ada banyak topik yang diangkat, mulai dari membahas hal ringan sampai topik berat yang dikemas secara sederhana.
2. Sains Bro
Baca Juga: Astronom Temukan Bintang Jenis Baru, Penuh Misteri Bagi Sains
Sains Bro adalah channel YouTube edukasi di Indonesia yang membantu menjelaskan berbagai hal tentang SAINS dengan menyenangkan dan sederhana agar mudah dipahami.
Gaya penjelasannya menarik, dengan konsep video whiteboard semacam minutephysics atau ASAPscience.
3. Hujan Tanda Tanya
Hujan Tanda Tanya merupakan channel yang menyajikan konten seputar sains, teknologi dan masyarakat yang dikemas dengan ringan.
Channel YouTube edukasi ini membahas pertanyaan-pertanyaan random yang sering ditanyakan oleh orang-orang.
Channel ini dikelola oleh sekelompok pemuda diaspora yang bertujuan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat Indonesia kepada sains dan teknologi.
Tag
Berita Terkait
-
5 Trik Mudah Beradaptasi Kembali untuk Fokus Belajar Setelah Liburan
-
28.478 Siswa Baru Masuk Sekolah Rakyat
-
Potret MPLS Para Siswa di Berbagai Daerah
-
Modus Tanya Izin Berujung Palak Rp300 Ribu, Oknum Satpol PP DKI Terancam Sanksi Berat
-
UI Luncurkan Aplikasi MAKA, Media Belajar Berbasis Gamifikasi untuk Anak Usia 3-8 Tahun
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Plus Minus Naik Transportasi Umum di Jakarta
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen