Suara.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan Indonesia masih membutuhkan sebanyak mungkin talenta digital berkualitas untuk mendorong perekonomian nasional.
"Dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, kami berupaya meningkatkan talenta digital Indonesia dengan berbagai program," kata Sandiaga saat peluncuran IDCamp 2022 yang diselenggarakan Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta, Jumat (27/5/2022).
Sandiaga yang hadir secara virtual mengatakan, untuk menciptakan talenta digital pemerintah mengajak semua pihak termasuk swasta untuk menciptakan berbagai program, dan salah satunya adalah IDCamp.
Dirinya, sangat mengapresiasi langkah perusahaan telekomunikasi digital itu dalam upaya menciptakan talenta digital berkualitas melalui program IDCamp yang telah terlaksana sejak tahun 2019.
"Diharapkan dengan banyaknya talenta digital maka perekonomian nasional akan meningkat dan tentunya bisa bersaing di pasar internasional yang kian ketat," katanya.
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, mengatakan IDCamp adalah salah satu program tanggungjawab sosial perusahaan/CSR di pilar pendidikan digital yang bertujuan untuk mengatasi kekurangan talenta digital bersertifikat global di negara ini.
"Kami ingin menghadirkan kekuatan teknologi yang inklusif dan menyediakan serangkaian keterampilan digital yang diperlukan untuk para calon pemimpin masa depan yang akan berkontribusi pada ekonomi digital bangsa," katanya.
Dalam tiga tahun pertama pelaksanaannya, IDCamp berhasil mendapatkan 110.735 penerima manfaat, dengan hampir 30 ribu developer bersertifikat di seluruh program.
IDCamp menargetkan lebih banyak penerima manfaat beasiswa coding online yaitu sebanyak 55.000 peserta.
Baca Juga: Sandiaga Uno: 20 Juta UMKM Sudah Transformasi Ke Digital
Tahun lalu, program ini telah berhasil mencatatkan 46.025 peserta beasiswa coding online, dengan menghasilkan lebih dari 110.000 total penerima manfaat sejak didirikan pada tahun 2019 .
IDCamp adalah sebuah program beasiswa dari Indosat Ooredoo Hutchison untuk mencetak developer/programer muda Indonesia yang siap bersaing di dunia ekonomi digital.
Berita Terkait
-
Indonesia Bangun AI Factory Terbesar di ASEAN Bersama NVIDIA, Siap Jadi Hub AI Regional!
-
Indosat Ubah Cara Gamer Menikmati Dunia Digital, 5G Jadi Mesin Utama HoYo FEST 2026
-
Beli Pulsa dan Paket Data Indosat di BRImo Dapat Cashback 10 Persen
-
Dari Rollover hingga Digital Trust, Begini Strategi Indosat Menindaklanjuti Putusan MK
-
Bukan Lagi Sekadar Operator, Indosat Bertransformasi Jadi Perusahaan AI Raup Pendapatan Double Digit
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren
-
4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati
-
Prestasi Merosot, Timnas Indonesia Mulai Kehilangan Kepercayaan Suporter?
-
Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI
-
Hanya 12 Hari! Spider-Man Brand New Day Sukses Raup Rp29,5 Triliun
-
Bukan Sekadar Ikut Tren: Memaknai Kemerdekaan Digital Gen Z di Tengah Gempuran FOMO
-
Pemerintah Masih Pelajari Mekanisme Refund untuk Konsumen Beras Fortifikasi
-
BTN Gandeng Universitas Negeri Semarang Hadirkan KTM Co-Branding untuk 12.000 Mahasiswa Baru
-
Bunga PNM Mekaar Dipangkas dari 20% Jadi 8%, Berlaku September 2026
-
Negosiasi dengan AS Masih Berlangsung, Indonesia Minta Tarif Lebih Kecil