Suara.com - Belakangan ini ada sebuah tren bernama Spotify Pie Chart. Banyak warganet yang mengunggahnya di media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram.
Jika pernah ikut tren Spotify Unwrapped, maka sistemnya sebenarnya sama.
Akan diperlihatkan sebuah chart yang mengkategorikan lagu apa yang paling sering didengarkan di Spotify.
Kenapa disebut Spotify Pie Chart? kata "Pie" di sini mewakili bentuk diagram yang disediakan oleh Spotify.
Chart lagu yang sering dimainkan akan ditampilkan dalam sebuah diagram berbentuk pie yang berlapis-lapis.
Namun Spotify Pie Chart ini ada perbedaan yang cukup signifikan dari Spotify Unwrapped.
Spotify Pie Chart selalu diperbarui setiap bulannya. Jadi, pendengar tetap akan mendapatkan rangkuman terbaru terkait lagu apa yang sering diputar, setiap bulan.
Bukan hanya judul lagu dan genre musik, chart juga terdiri dari nama penyanyi yang paling sering didengarkan.
Artis-artis tersebut langsung diberi peringkat dari atas ke bawah dengan font yang semakin kecil.
Baca Juga: Anime Cyberpunk Siap Tayang di Netflix pada 2022
Menurut The Scotsman, Spotify Pie Charts ini dibuat oleh Darren Huang, seorang mahasiswa dari University of California di Los Angeles, Amerika Serikat. Pie ciptaannya ini juga disebut sebagai versi tidak resmi dari Spotify Unwrapped.
Cara untuk membuat Spotify Pie Charts ini juga sangat mudah. Bisa mengikuti langkah-langkah yang telah dirangkum tim Hitekno.com, jaringan Suara.com, di bawah ini.
- Pertama jelas, harus masuk ke akun pencipta Spotify Pie Charts ini yakni Darren Huang, https://huangdarren1106.github.io/
- Log in ke akun Spotify pengguna dengan memasukkan alamat email dan kata sandi.
- Setelah itu, muncul opsi untuk melihat data akun Spotify pengguna. Tekan "Setuju".
- Berhasil! Spotify Pie Chart pribadi akan muncul berdasarkan kebiasaan mendengarkan mendengarkan musik bulan ini.
Damai Lestari
Berita Terkait
-
Layanan Info Lalin Terganggu, Akun X TMC Polda Metro Jaya Diretas Pihak Tak Dikenal
-
Kasus Yurizal dan Pelajaran Besar tentang Empati Tenaga Kesehatan di Era Media Sosial
-
India Tuntut Mark Zuckerberg Minta Maaf Setelah Video Perdana Menterinya Dibatasi di Facebook
-
Life Update di Media Sosial: Cara Gen Z Saling Berkabar di Era Digital
-
Selamat Datang di Era Attention Economy: Ketika Kebenaran Kalah Penting dari Sensasi Viral
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard