Suara.com - Terungkap sudah alasan mengapa Naruto masih hidup meski tanpa Kurama. Ternyata Kurama berkorban banyak demi Naruto.
Seri Boruto: Naruto Next Generations membuat para penggemar terkejut saat mereka menyaksikan kematian Kurama.
Kematian sang karakter tidak mudah diterima bagi penggemar karena keduanya telah menghabiskan bertahun-tahun menonton Naruto dan Kurama mengembangkan ikatan khusus.
Banyak yang menyangka jika Naruto akan mati ketika ditinggal Kurawa. Namun nyatanya tidak demikian, Naruto tetap hidup di seri tersebut dan menjadi Hokage.
Mengapa bisa demikian?
Kurama memastikan Naruto hidup sebagai ganti nyawanya
Dalam upaya untuk mengalahkan Otsutsuki dan menyelamatkan desa, Naruto dan Kurama bekerja sama dan mencapai transformasi baru yang dikenal sebagai mode Baryon.
Baik cakra Naruto dan Kurama akan menyatu secara agresif dalam mode ini. Penyatuan cakra mereka bahkan sering dikatakan mirip dengan fusi nuklir.
Bentuk ini adalah salah satu transformasi terkuat yang ditunjukkan dalam seri, bahkan hingga sekarang.
Baca Juga: Anime Naruto: Mengapa Gaara Terlahir dengan Eyeliner?
Dengan mode Baryon ini, Naruto mampu menghindari serangan Isshiki dengan mudah dan mampu mendaratkan beberapa pukulan juga.
Bentuk ini efektif karena setiap pukulan pada musuh menghancurkan nyawa mereka karena radiasi.
Setiap pukulan yang mengenai Isshiki merenggut sedikit nyawanya, dan berkat mode Baryon ini, Naruto bisa menyelamatkan Konohagakure lagi.
Meski demikian yang tidak disadari penggemar, transformasi ini rusak dan menimbulkan efek buruk bagi penggunanya.
Dalam mode ini, pengguna harus mengeluarkan lebih banyak chakra daripada yang dapat mereka isi ulang, yang pada akhirnya menyebabkan kematian mereka.
Kurama memastikan bahwa bentuk baru hanya akan memakan chakranya ketika mereka memasuki mode Baryon.
Berita Terkait
-
Resmi Dibuka! Audisi Film Live Action Naruto Cari Trio Legendaris Team 7
-
Live-Action Naruto Mulai Casting Pemeran Naruto, Sasuke, dan Sakura
-
Iduladha Zaman Now: Memaknai Ulang Arti Rela Berkorban di Era Flexing
-
Menahan Godaan Checkout: Memaknai Rela Berkorban Iduladha di Era Digital
-
Iduladha Era Gen Z: Arti Rela Berkorban di Zaman yang Serba Instan
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara