Suara.com - Menandai kematian Ratu Elizabeth II, Google memberikan penghormatan dengan versi abu-abu dari logo perusahaan yang biasanya berwarna-warni.
Sementara belasungkawa mengalir dari seluruh dunia untuk raja yang paling lama memerintah dalam sejarah Inggris, Google telah memutuskan untuk memberikan penghormatan kepada Ratu Elizabeth II dengan cara yang halus.
Perubahan tampilan ini terjadi ketika CEO Alphabet Sundar Pichai memosting belasungkawa sendiri kepada Yang Mulia di Twitter.
Berbicara atas nama Google, Pichai menyampaikan belasungkawa kepada orang-orang Inggris dan orang-orang di seluruh dunia atas pengumuman meninggalnya kepala negara Inggris.
Ini bukan pertama kalinya penghargaan sederhana seperti itu diberikan, karena logo beranda tradisional Google yang berwarna-warni telah disetel ke skala abu-abu pada beberapa kesempatan di masa lalu.
Memorial Day telah menjadi waktu tradisional untuk penghormatan semacam itu, tetapi ini juga mencakup lebih banyak elemen visual termasuk bunga poppy berkepala panjang.
Dilansir laman 9to5google, Jumat (9/9/2022), tidak ada elemen animasi atau perubahan lain untuk menandai berita sedih ini.
Di seluruh perangkat, termasuk pada umpan Discover yang dapat dilihat di ponsel pintar Android tertentu, logo Google kini sepenuhnya berwarna abu-abu.
Diduga, bentuk penghargaan lain dair Google untuk Ratu Elizabeth II kemungkinan akan segera hadir dalam bentuk Google Doodle.
Baca Juga: Profil Ratu Elizabeth II, Pemegang Takhta Terlama Kerajaan Inggris
Tidak jelas berapa lama perubahan ini akan berlangsung, tetapi pasti akan menjadi perubahan sementara di sebagian besar wilayah.
Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa penghormatan kepada Ratu Elizabeth ini diperluas di Inggris.
Berita Terkait
-
5 HP Paling Hot Agustus 2026: Vivo, Honor, Google, Oppo, hingga Poco Siap Sikat Pasar!
-
Google Siapkan 'Pixel Glow' dan Chip Tensor G6 untuk Dominasi HP Lipat 2026
-
Gemini Spark Hadir di Indonesia: Agen AI 'Mandiri' yang Bekerja 24/7 Saat Anda Tidur
-
AI sebagai Kompas Inovasi: Bagaimana Google Gemini Ubah Cara Anak Indonesia Belajar dan Berkreasi
-
Bagi-Bagi Google Gemini Plus Gratis 6 Bulan, Bebaskan Fitur AI Canggih untuk Jutaan Pengguna XLSmart
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan