Suara.com - Jenis awan sangat berpengaruh dalam penerbangan karena dapat membahayakan pesawat. Beberapa jenis awan yang berbahaya bahkan bisa membuat suatu penerbangan dibatalkan.
Para ahli meteorologi menggunakan beberapa istilah Latin untuk menamai jenis awan yang mewakili bentuk dan karakteristiknya.
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini empat jenis awan yang berbahaya untuk penerbangan:
1. Cumulonimbus
Awan Cumulonimbus merupakan awan mengerikan yang harus dihindari dalam dunia penerbangan.
Cumulonimbus adalah awan yang memuat badai petir dengan ciri khas awan berwarna gelap.
Awan jenis ini dapat mengakibatkan badai petir yang bergejolak hebat di atmosfer. Pesawat yang nekat terbang akan mengalami banyak masalah jika terbang masuk ke dalam jenis awan Cumulonimbus.
2. Awan Lenticular
Awan Lenticular adalah awan yang memiliki bentuk menyerupai lensa. Awan ini terbentuk dari keadaan yang sangat khusus dan umum ditemukan di atas pegunungan.
Ketika angin kencang bertiup menghantam gunung, awan biasa akan dipaksa naik oleh medan gravitasi.
Saat udara mendingin, awan Lenticular akan tercipta dan menutupi punggung bukit. Bentuk awan ini cukup indah untuk dilihat, namun dapat menyebabkan turbulensi di dunia penerbangan.
Baca Juga: Cara Menggunakan Rumus If di Google Sheets
Para pilot umumnya akan menghindari awan jenis ini ketika terbang di area pegunungan atau bukit.
3. Awan Mammatocumulus
Awan Mammatus atau Mammatocumulus merupakan istilah untuk bentuk gumpalan-gumpalan menggantung yang terbentuk di dasar awan.
Nama Mammatocumulus sendiri diambil dari bahasa Latin mamma karena bentuknya yang mirip dengan payudara perempuan.
Awan jenis ini dapat menyebabkan turbulensi yang cukup hebat pada pesawat.
4. Awan Cumulus
Awan Cumulus yang umum ditemukan saat cuaca cerah ini juga termasuk ke dalam salah satu awan yang berbahaya untuk penerbangan.
Awan Cumulus merupakan awan putih yang mengembang dengan bentuk seperti bola kapas berbaris.
Berita Terkait
-
Mesin Baru DeadSquad Mengoyak Telinga Metalhead di Taiwan
-
Beroperasi 56 Tahun, Pelita Air Fokus Penguatan Layanan Berbasis Pengalaman Pelanggan
-
Penerbangan Terakhir: Antara Lelaki Judol dan Wanita Korban Manipulasi
-
Asli Pacaran, Adegan Mesra Jerome Kurnia dan Nadya Arina Jadi Sorotan
-
Pacaran Beneran, Jerome Kurnia Ngaku Baru Ciuman dengan Nadya Arina demi Film Penerbangan Terakhir
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
32 Kode Redeem FF 4 Februari 2026, Sikat Skin Senjata G18 dan G36
-
Poco F8 Series Resmi Hadir di Indonesia, Naik Kelas Jadi The True Flagship
-
24 Kode Redeem FC Mobile 4 Februari 2026: Cara Klaim Haaland dan Trik Farming 5.000 Permata
-
5 Rekomendasi CCTV Rp200 Ribuan, Praktis Bisa Pantau Lewat HP Kapanpun
-
5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah dengan RAM Besar Terbaik
-
5 Rekomendasi HP Compact Murah Terbaik Februari 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
5 Tablet Murah 1 Jutaan untuk Cucu Nonton YouTube, Tahan Banting dan Baterai Awet
-
7 Rekomendasi Tablet Gaming Murah Anti Nge-Lag, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Konglomerat Indonesia dan Sri Mulyani Disebut-sebut di Epstein Files? Begini Penjelasannya
-
Nasib Borderlands 4 di Nintendo Switch 2: Dibatalkan atau Hanya Jeda?