Suara.com - Twitter memperluas fitur yang membuat gambar di platform lebih mudah diakses oleh tunanetra.
Pengingat teks alternatif pertama kali diumumkan pada Juli lalu tetapi hanya tersedia untuk sekelompok kecil pengguna.
Semua pengguna di seluruh dunia akan dapat mengaktifkan pengingat minggu ini.
Teks alternatif adalah deskripsi tertulis tentang isi gambar yang dapat diambil oleh perangkat lunak pembaca layar, yang digunakan oleh pengguna internet tunanetra atau tunanetra.
Tanpa teks alternatif, gambar yang tak terhitung jumlahnya yang diposting dan di-retweet setiap hari di Twitter, tidak dapat diakses oleh orang-orang yang tidak terkendala secara visual.
Pengenalan pengingat teks alternatif sudah lama datang, aktivis disabilitas dan sekutunya telah melobi Twitter untuk lebih banyak alat seputar teks alternatif dan telah meminta pengguna yang dapat melihat untuk lebih konsisten dengan menambahkan teks alternatif ke gambar.
Pengembang bot Twitter sukarelawan, telah membuat pengingat teks alternatif DIY dalam beberapa tahun terakhir, terinspirasi oleh tuntutan untuk platform yang lebih mudah diakses.
Twitter menyadari fitur pengingat teks alternatif adalah sesuatu yang diinginkan pengguna untuk sementara waktu, kata Gerard Cohen, manajer rekayasa perangkat lunak di tim pengalaman aksesibilitas Twitter.
“Kami sangat berterima kasih kepada pembuat bot itu, orang-orang yang telah maju dan melakukannya,” kata Cohen dilansir laman The Verge, Selasa (20/9/2022).
Pengingat teks alternatif akan ikut serta, artinya pengguna harus masuk ke pengaturan akun mereka untuk mengaktifkan perintah, yang akan disinkronkan di seluruh perangkat.
Setelah pengingat aktif, pengguna akan mendapatkan ping setiap kali mereka menambahkan gambar tanpa teks alternatif, meminta mereka untuk kembali dan menambahkan deskripsi sebelum memposting tweet.
Cohen mengatakan, peluncuran pengingat terbatas telah dirayakan, dan orang-orang senang melihat Twitter menciptakan sistem bawaan.
Tetapi beberapa pengguna mempertanyakan seberapa membantu pengingat jika mereka memilih untuk ikut serta alih-alih diaktifkan secara default, dengan mengatakan hanya orang yang tahu tentang pembaruan aksesibilitas baru yang tahu untuk mengaktifkan pengingat.
“Kami tidak sengaja mencoba mengecualikan siapa pun dengan membuat keikutsertaan ini. Kami tahu bahwa ini adalah proses untuk orang-orang,” kata Cohen menanggapi umpan balik.
“Ini baru langkah pertama. Kami akan terus mengulangi dan belajar dari ini.”
Berita Terkait
-
Capek-Capek Eka Kurniawan Masuk Nominasi Man Booker, Saingannya Cuma AU!
-
Cuitan Ala Milenial: Pesan Motivasi dari Kicauan Si Burung Zuper!
-
Membaca Ulang Sejarah R.A. Kartini di Tengah Tren 'Unpopular Opinion'
-
Baskara Mahendra Jadi Sasaran Hujatan KNetz, Warganet Tak Tinggal Diam
-
Dari Thread ke Bioskop, Falcon Pictures Garap Film Waluh Kukus
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan