Suara.com - Twitter akan meluncurkan tanda centang abu-abu sebagai label resmi untuk akun-akun pemerintahan, perusahaan, tokoh masyarakat maupun organisasi.
"Banyak orang bertanya tentang bagaimana Anda dapat membedakan antara pelanggan TwitterBlue dengan tanda centang biru dan akun yang diverifikasi resmi, itulah sebabnya kami memperkenalkan label 'Resmi' untuk memilih akun saat kami meluncurkannya," kata Esther Crawford dari Twitter, dikutip dari The Verge, Rabu (9/11/2022).
Lebih lanjut, ia menjelaskan, akun yang akan menerima tanda centang abu-abu antara lain akun pemerintah, perusahaan komersial, mitra bisnis, media besar, penerbit dan beberapa tokoh masyarakat.
Menurut Crawford, akun yang sebelumnya sudah terverifikasi tidak akan secara otomatis mendapatkan centang abu-abu. Selain itu, tanda verifikasi ini juga tidak dapat dibeli.
"Mungkin orang akan dapat meminta untuk diverifikasi. Tapi Twitter akan memverifikasinya secara langsung," jelasnya.
Diketahui Twitter telah meluncurkan perubahan dalam langganan biru untuk menawarkan Tanda Centang Biru.
Perusahaan telah mengumumkan bahwa mereka akan membawa tanda centang verifikasi ke langganan Biru dan sekarang mulai menguji fitur di wilayah tertentu.
Pengguna sekarang dapat membeli tanda centang verifikasi hanya dengan 7,99 Dolar AS atau sekitar Rp 125 ribuan sebulan.
Strategi bisnis baru dari Twitter ini baru diumumkan beberapa waktu lalu dan perusahaan telah mulai meluncurkan pembaruan ke aplikasi iOS yang memulai fase pengujian untuk paket berlangganan.
Baca Juga: Baru Diumumkan PHK, Twitter Dilaporkan Meminta Karyawan Kembali Bekerja
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur