3. Dinner biasa mulai ditinggalkan.
Aktivitas yang dilakukan saat pandemi nampaknya akan bertahan. Tinder member di Indonesia memilih ‘Jalan-jalan’ (74 persen), ‘Nge-date ke Acara Musik’ (21 persen), dan ‘Kulineran’ (57 persen) sebagai aktivitas first date favorit mereka.
Kemudian ‘Olahraga Outdoor’ (27 persen) sebagai aktivitas nge-date saat musim panas. Mereka mencari aktivitas yang lebih autentik untuk saling mengenal satu sama lain, nggak hanya dinner bareng saja.
Ada juga ide nge-date seru lainnya yang jadi tren global di Tinder, antara lain, Camping, BBQ-an, mencoba hal-hal baru, dan kuliner kaki lima.
4. Humoris, fresh, dan apa adanya itu menarik banget.
Selera humor menjadi hal yang paling dicari para member dari calon match mereka. 73 persen anak muda (global) mengaku mereka mencari orang yang punya keinginan jelas dan berpenampilan bersih.
Saat ditanya kriteria paling penting dari pasangan, mereka memprioritaskan kualitas berbasis nilai, seperti loyalitas (79 persen), saling menghargai (78 persen), dan berpikiran terbuka (61 persen) dibandingkan fisik (56 persen).
Sama halnya di Indonesia, para single juga melihat banyak hal di luar mindset lama ‘bibit, bebet, bobot’. Mereka mencari calon pasangan yang punya pemikiran terbuka dan bisa menerima (79 persen), dapat dipercaya (68 persen), dan bisa berbagi selera humor yang sama (64 persen).
5. Pandangan terhadap isu sosial bisa mempengaruhi hubungan.
Baca Juga: Ingin Gaet Pasangan Lewat Aplikasi Kencan Online, Perhatikan 6 Tips Ini
Tiga perempat (75 persen) lajang mencari pasangan yang menghargai dan mengamati isu sosial. Aktivisme dan Hak Pemilih menjadi dua Minat yang meningkat masing-masing sebanyak 84 persen dan 37 persen pada profil member Tinder global di tahun ini.
6. Memamerkan unsur nostalgia.
Banyak para lajang yang terinspirasi era 90an, terlihat dari peningkatan Minat (Interest) yang dipasang di profil Tinder mereka seperti Anak 90an, Anime, hingga Sneakers.
Bahkan lagu jadul favorit yakni ‘Running Up That Hill’ oleh Kate Bush, kembali naik menjadi top 10 lagu pilihan Spotify Anthem di profil Tinder.
Tinder juga terinspirasi dari tren berkencan di tahun 90an, yakni Blind Date, yang menjadi salah satu fitur Tinder. Fitur ini menghubungkan para member sebelum memperlihatkan profil mereka satu sama lain, dan telah digunakan sebanyak 200,000 kali rata-rata setiap harinya.
Beberapa tahun terakhir terasa sulit, dan nampaknya para lajang berusaha mencari pasangan yang autentik dengan vibes yang oke seperti zaman sebelum ada smartphone.
7. Emoji dan menjadi trending karena alasan yang baik.
Hubungan toxic bukanlah hal yang baru. Banyak tips dan temuan di media sosial yang menunjukkan bahwa anak muda lajang kini lebih paham tentang hal baik, buruk, dan jelek dalam berkencan.
Lebih dari setengah (58 persen) dari anak muda yang disurvei mengatakan bahwa mereka mampu mengenali green flags atau red flags saat berkencan.
Di tahun 2022, para lajang akhirnya merasa cukup, dan jadi lebih peka terhadap red flags dan green flags, dan penilaian kita jadi lebih baik karenanya.
Member Tinder dapat mengecek Pusat Keamanan untuk informasi lebih lanjut tentang cara berkencan yang lebih sehat dan aman.
8. Revenge travel jadi populer di Tinder.
Para member Indonesia berusia 18-25 tahun rata-rata menggunakan Tinder Paspor sebanyak 9 kali tiap bulannya ke beberapa destinasi internasional, seperti Singapura, Korea dan Malaysia.
Sementara untuk destinasi lokal, kota-kota seperti Jakarta, Bandung, dan Bali menjadi tiga destinasi teratas.
9. Para lajang semakin mengandalkan zodiak sebagai panduan mereka.
Zodiak menjadi deskripsi paling populer yang ditambahkan pada profil member Tinder, selain preferensi merokok, binatang peliharaan, dan jenis makanan yang dikonsumsi.
Leo, Scorpio, dan Cancer menjadi zodiak yang paling banyak dimasukan pada bio Tinder, dan yang mengejutkannya, semua zodiak punya kesempatan yang besar untuk bisa match dengan zodiak yang sama.
Beberapa anak muda Indonesia percaya bahwa kecocokan zodiak merupakan pertimbangan penting dari partner kencan mereka!
Berita Terkait
-
Kenalan di Tinder, Pasangan Ini Langsung Bikin Tato Bareng saat Kencan Pertama
-
Jarang Dibahas, Ini 7 Keuntungan Cari Pasangan Lewat Aplikasi Kencan Online
-
Aplikasi Kencan Online Marak Digunakan, Hindari 5 Hal Ini Agar Tidak Tertipu
-
Rela Terbang 11.000 Km demi Cowok Tinder, Akhir Kisahnya Tak Terduga
-
Tinder Batalkan Fitur Kencan di Metaverse
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga