Suara.com - Perusahaan induk Tinder, Match Group memutuskan untuk menutup sementara rencana menghadirkan kencan di dunia virtual metaverse.
Hal itu disebabkan karena pendapatan perusahaan yang mengecewakan.
Bedasarkan laporan pendapatan per kuartal dua (Q2) 2022, Match Group melaporkan kerugian operasional sebesar 10 juta dolar AS atau Rp 149 miliar, seperti dikutip dari Gadgets360, Minggu (7/8/2022).
Kerugian ini muncul dari Hyperconnect, sebuah perusahaan yang diakuisisi Tinder untuk mengembangkan metaverse.
Perusahaan itu fokus pada video, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi augmented reality (AR).
CEO Match Group, Bernard Kim mengakui kalau pengalaman kencan di metaverse penting untuk menjangkau pengguna di generasi baru.
Namun, ia menilai kalau konsep metaverse belum pasti.
"Saya telah menginstruksikan tim Hyperconnect untuk beralih, tetapi tidak berinvestasi besar-besaran di metaverse saat ini," kata Kim.
Selain itu, uji coba fitur Tinder Coin juga dinilai gagal. Kim mengaku kalau perusahaan akan kembali mengevaluasi inisiatif tersebut.
Baca Juga: Meta Dukung Kreator Game Bagi Pengalaman Imersif via Metaverse
"Kami juga bermaksud untuk mengevaluasi kembali produk virtual agar memastikan bahwa mereka dapat menjadi pendorong demi pertumbuhan Tinder selanjutnya," kata laporan perusahaan.
Tinder sendiri ingin memunculkan fitur kencan di metaverse, yang mana pengguna akan ditampilkan sebagai avatar virtual.
Dengan laporan ini, maka Tinder memutuskan untuk menunda kehadiran kencan virtual di metaverse.
Keputusan Tinder ini muncul tak lama setelah CEO Renate Nyborg mengundurkan diri.
Ia juga jadi pemimpin perusahaan yang menggaungkan Tinderverse.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan
-
Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama