Suara.com - OpenAI dilaporkan merayu para karyawan Google di divisi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) agar pindah kerja untuk produk chatbot ChatGPT milik mereka.
Tak tanggung-tanggung, OpenAI berani menawarkan gaji hingga 10 juta Dolar AS atau sekitar Rp 157 miliar agar pekerja Google pindah ke perusahaannya, sebagaimana dikutip dari India Today, Selasa (14/11/2023).
Selain gaji miliaran, OpenAI menawarkan paket kompensasi berupa akses ke sumber daya teknologi mutakhir seperti chip akselerator AI untuk eksperimen mereka.
OpenAI sendiri sukses merekrut para ahli dari perusahaan pesaing seperti Google hingga Meta (perusahaan induk Facebook dan Instagram). Total, mereka sudah mendatangkan 93 orang yang pernah bekerja di dua perusahaan itu.
Rincinya, 59 pekerja adalah mantan karyawan Google. Sedangkan 34 sisanya berasal dari Meta.
Demi memperkuat perusahaan, OpenAI pernah mengunggah lowongan kerja untuk research engineer dengan gaji tahunan berkisar 245.000-450.000 Dolar AS, setara Rp 3,8 miliar hingga Rp 7 miliar.
Head of Super Alignment OpenAI, Jan Leike, menyebut kalau fokus timnya nanti akan menyelaraskan sistem AI dengan kepentingan publik. Maka dari itu perusahaan aktif untuk merekrut research engineers, ilmuwan, hingga manajer.
Leike mencari kandidat yang bersemangat dalam meningkatkan keamanan AI, memiliki keterampilan berpikir kritis, mengetahui pembelajaran mesin, hingga kemahiran coding.
Sayang OpenAI enggan menanggapi rumor ini. Namun fenomena ini menunjukkan kalau baik OpenAI maupun Google saling bersaing untuk mengembangkan inovasi dan kemajuan di bidang AI.
Baca Juga: Cara Temukan Lagu di YouTube lewat Gumam, Senandung, atau Siul
Berita Terkait
-
Cara Temukan Lagu di YouTube lewat Gumam, Senandung, atau Siul
-
Google Diam-diam Hentikan Penjualan Smartwatch Fitbit
-
Biznet Perluas Jangkauan Gunakan Teknologi AI
-
Ulasan Novel Klara and The Sun: Humanisme Lewat Sudut Pandang Robot AI
-
Waspada! Google Peringatkan Bakal Hapus Akun Gmail Mulai Bulan Depan
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Promo Indomaret Terbaru 4 Agustus 2026: Susu Formula, Popok, hingga Skincare Diskon Besar
-
MMKSI Optimistis Penjualan Mitsubishi XForce Capai Target di GIIAS 2026
-
Ironi Perayaan Kemerdekaan: Pejabat Pakai Anggaran, Warga Bayar Patungan
-
Makin Runyam, Donald Trump Kembali Klaim Ambil Alih Hak Tarif Pelayaran Selat Hormuz
-
Pembangunan IKN Dipersoalkan, Suku Balik Sepaku Minta Hak Adat Dilindungi
-
Lirik Lagu Honk! no na dan Maknanya yang Viral, Bawa Budaya Lokal ke Kancah Global
-
4 Parfum Aroma Nanas yang Menyegarkan, Cocok Dipakai Saat Cuaca Panas!
-
IHSG Bertahan di Level 6.200, MDKA Melonjak
-
Gajah Jovi Mati setelah Sebulan Dirawat Intensif di PLG Minas
-
Salah Kaprah Soal Independent Woman: Kemandirian yang Terjebak Bias Kelas