Suara.com - Gadget dapat memberikan dampak baik bagi anak apabila penggunaannya disertai batasan waktu yang jelas, dimonitor dengan tepat.
Selain itu juga diperkaya dengan aplikasi, video, atau permainan edukatif yang dapat menstimulasi anak sesuai dengan usianya.
Pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, anak berusia 1 tahun ke bawah tidak dianjurkan untuk menggunakan gadget.
DIsarankan anak usia tersebut untuk bergerak aktif beberapa kali sehari disertai dengan interaksi yang interaktif dan ruang gerak seluas mungkin.
Sedangkan, untuk anak berusia 2-4 tahun sudah bisa menikmati penggunaan gadget namun tidak lebih dari 1 jam per hari disertai dengan aktivitas fisik paling tidak 2 jam per hari.
“Di luar usia tersebut, screen time dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak namun kegiatan fisik serta interaksi dua arah tetap diutamakan," kata Putu Andani, M.Psi., Psikolog dalam keterangan resminya, Selasa (26/12/2023).
Selain itu, dia menambahkan, penerapan aturan penggunaan juga perlu dilakukan secara konsisten agar anak paham betul batasan-batasan screen time sehari-hari dan dapat tumbuh dengan optimal.
Sementara Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager, Samsung Electronics Indonesia, mengatakan dengan kecanggihan gadget saat ini, orang tua kini memiliki kemudahan untuk mengendalikan penggunaan gadget.
“Perangkat terkini seperti Galaxy Tab A9+ Kids Edition, sudah dilengkapi aksesoris penunjang seperti puffy case dan crayon stylus yang memudahkan penggunaan anak," ujar dia.
Baca Juga: Turun hingga Rp 2 Jutaan, Ini Update Harga Samsung Galaxy A52 Desember 2023
Dan dengan pengaturan screen time dan menerapkan parental control, serta edutainment dalam Samsung Kids, tambahnya, orang tua dapat menyokong pembelajaran dan proses kreatif anak, sesuai batasan durasi yang optimal untuk usia mereka.
Berikut ini tips praktis dari psikolog Putu Andani, untuk para parent di rumah untuk mengatur penggunaan gadget untuk anak.
1. Ciptakan zona bebas gadget di rumah
Orang tua dapat memberikan sosialisasi aturan yang jelas mengenai zona bebas gadget, misalnya, semua gadget disimpan di keranjang ketika makan bersama di meja makan atau ketika sedang berada di kamar tidur.
Aturan tersebut bukan hanya berfungsi untuk mengurangi durasi screen time melainkan juga dapat memicu terciptanya lebih banyak interaksi antar anggota keluarga.
Misalnya, dengan kamar tidur sebagai zona bebas gadget, anak akan minim kesempatan untuk berlama-lama sendirian di kamar tidur karena cenderung akan merasa bosan.
Ketika lebih banyak kegiatan dilakukan di ruang keluarga, anak juga menjadi lebih aktif dan lebih banyak berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya.
2. Edukasikan pentingnya kegiatan fisik, bukan hanya pada limitasi screen time
Seringkali, karena fokus orangtua adalah pada bahaya dari penggunaan screen time berlebih, edukasi kepada anak lebih banyak ditekankan pada dampak buruk dari penggunaan screen time berlebih dan batasan durasi penggunaannya.
Ada baiknya, orangtua juga memberikan edukasi mengenai kegiatan yang dapat dilakukan serta mengapa melakukan berbagai kegiatan fisik itu penting.
Cara ini dapat membantu anak dan orangtua untuk fokus bukan hanya kepada apa yang tidak boleh dilakukan namun apa yang dapat kita lakukan bersama.
3. Sediakan beragam pilihan aktivitas
Aktivitas yang menyenangkan serta teman berinteraksi yang seru menjadi kunci dari minat anak usia dini terhadap berbagai hal di sekitarnya.
Bermain sepeda, otopet, berbagai permainan board games, serta permainan sensorial (untuk anak usia 3 tahun ke bawah), merupakan beberapa contoh non-gadget activities yang bisa dilakukan di rumah.
Gadget dapat menjadi alternatif selingan kegiatan fisik asalkan digunakan sesuai batasan waktu yang telah ditentukan pada rentang usia anak.
4. Screen time sebagai reward
Bukan untuk digunakan setiap saat, screen time justru dapat digunakan sebagai reward yang akan memotivasi anak.
Sementara itu, untuk anak usia dini, screen time dapat diberikan sesuai batasan waktu (cek aturan WHO) setelah melakukan self-care routine.
Pada Galaxy Tab A9 series, pengaturan screen time dapat dilakukan melalui Samsung Kids:
- Buka Samsung Kids, tap gambar tiga titik vertikal.
- Tap Parental controls, masukkan PIN
- Pilih screen time dan atur jadwal dan goal screen time yang diinginkan
5. Ketika gadget jadi alternatif, perbanyak edutainment
Ketika orang tua memberikan gadget sebagai alternatif selingan kegiatan fisik, adalah bijak memberikan gadget yang dapat menghadirkan edutainment pada anak.
Dengan gadget tersebut, anak-anak bisa bermain, mengasah kreativitas dan kemampuan mereka memecahkan masalah dan berpikir kritis.
Sebagai komitmennya terhadap kehidupan digital anak yang sehat, Samsung merancang Galaxy Tab A9+ dengan edisi khusus anak yang sudah built-in dengan platform edutainment Samsung Kids.
Di Samsung Kids anak dapat melakukan misi dan mempelajari pemecahan masalah dan kemampuan berpikir kritis dengan permainan block coding bersama si Crocro.
Anak bisa belajar memasak dengan Si Cooki, bernyanyi dan menari dengan band musik si Lisa.
Anak juga bisa mengasah kreativitas artistiknya di kanvas si Bobby mengguna crayon stylus dengan bentuk seperti pensil crayon berwarna biru.
Tablet ini juga sudah diproteksi dengan puffy case untuk melindungi perangkat dari benturan.
6. Kembangkan interaksi orang tua-anak
Interaksi antara orang tua dan anak memainkan peranan yang penting dalam perkembangan anak secara kognitif, akademik, sosial, dan emosional.
Interaksi orang tua dan anak yang positif sejak dini akan berdampak pada perkembangan otak anak, mengembangkan keterikatan yang kuat dan positif, dan secara signifikan membuat anak lebih siap mencapai prestasi di sekolah.
Ketika anak menggunakan gadget, orang tua bisa menjaga interaksi dengan mendampingi mereka saat menggunakan perangkat digitalnya.
Mengaktifkan parental control juga bisa menunjukkan perhatian orang tua kepada anak.
Tekankan bahwa itu bukan pembatasan melainkan sebagai bentuk kasih sayang untuk melindungi anak dari konten-konten berbahaya.
Melalui fitur ini, orangtua bisa memeriksa riwayat penelusuran dan aplikasi yang terinstal, untuk memastikan anak-anak tetap aman.
Itulah beberapa tips yang dapat membantu orang tua dalam menghadirkan penggunaan gadget yang aman pada anak.
Galaxy Tab A9+ Kids Edition sudah bisa didapatkan dengan penawaran menarik berupa harga promosi Rp4.999.000.
Jika membutuhkan dimensi tablet yang lebih compact, tersedia pula Galaxy Tab A9 Kids Edition dengan harga Rp3.299.000.
Berita Terkait
-
Samsung Siap Hadirkan Galaxy AI di Awal 2024, Kecerdasan Buatan dalam Genggaman
-
Samsung Galaxy S21 FE Dapat Update One UI 6 Berbasis Android 14, Ini Detailnya
-
Samsung Galaxy S24 Ultra Diprediksi Bawa Layar Premium, Kecerahan hingga 2600 nits?
-
Spesifikasi Samsung Galaxy A25 5G, HP 5G Anyar dengan Exynos 1280
-
Vivo Bicara Peluang HP Lipat hingga Tablet Dirilis ke Indonesia
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali