Kendati begitu refresh rate 120Hz itu membuatnya mulus saat kami coba pakai scroll media sosial. Layarnya juga enak ketika dipakai untuk menonton film atau video YouTube.
Oh ya layarnya ini sudah mendukung fitur Always on Display alias tampilan selalu menyala. Sensor sidik jari (fingerprint) juga sudah tertanam di layar tersebut.
Kamera
Samsung Galaxy A55 5G memiliki tiga lensa belakang yang mencakup kamera utama 50MP, ultrawide 8MP, dan makro 5MP. Di bagian depan ada kamera selfie beresolusi 32MP.
Lensa utama ini dilengkapi fitur seperti Optical Image Stabilization (OIS) dan Video Digital Image Stabilization (VDIS) yang membuat hasil foto maupun video menjadi lebih stabil.
Benar saja, fitur OIS maupun VDIS ini bisa bekerja dengan baik saat kami pakai mengambil foto parade. Hasil foto bisa terekam jelas, padahal objek dipotret dalam keadaan yang terus bergerak.
Hasil foto di siang hari dalam kondisi luar ruangan (outdoor) juga tidak mengecewakan. Kualitas objek pas, warnanya tidak berlebihan.
Latar foto langit maupun bangunan pun warnanya tetap terekam dengan baik. Terlebih itu kami ambil dalam kondisi bergerak.
Saat foto malam pun sama. Di kondisi minim cahaya, Galaxy A55 mampu mengambil foto objek dengan jelas. Latar seperti lampu juga tidak bias, tetap tajam.
Kami tes juga tatkala foto di dalam ruangan (indoor) yang cahayanya sangat kurang. Tapi kamera Samsung A55 ini ternyata sangat memuaskan. Foto mode portrait bisa diambil dengan cukup mudah, padahal dilakukan dalam kondisi bergerak.
Baca Juga: Bocoran Samsung Galaxy Z Fold 6 Ultra, HP Lipat Harga Lebih Mahal?
Kamera selfie pun demikian. Samsung seri A5 memang tidak diragukan untuk urusan kamera.
Sedikit minusnya ada di kamera ultrawide pada kondisi malam hari. Warnanya terlihat kurang mencolok dan sedikit buram, berbeda dengan hasil kamera utama.
Berikut hasil kamera Samsung Galaxy A55:
Performa
Samsung Galaxy A55 5G diperkuat prosesor Exynos 1480 yang dipasangkan dengan RAM 8GB dan ROM 256GB. Ini adalah prosesor buatan Samsung dengan fabrikasi 4nm.
Performa Exynos 1480 ini kami tes di aplikasi pembanding seperti AnTuTu v10 hingga Geekbench 6. Samsung Galaxy A55 mendapatkan skor 743.675 di AnTuTu.
Sedangkan untuk tes Geekbench, hasil CPU memperoleh skor 1.147 untuk single-core dan 3.341 untuk multi core. Kemudian tes GPU mendapatkan skor 4.008.
Saat dites main Mobile Legends, Samsung Galaxy A55 sudah mendapatkan opsi Frame Rate dan Grafis 'Ultra' alias rata kanan. Game pun bisa dimainkan dengan lancar tanpa kendala lag ataupun patah-patah.
Kemudian untuk main PUBG Mobile, ponsel bisa menjalankan opsi Grafis 'HD' dengan Frame Rate 'Ultra'. Game battle royale ini pun bisa dimainkan dengan sangat baik.
Namun saat main game Mobile Legends selama satu jam, Galaxy A55 mulai terasa hangat saat digenggam. Solusinya kalian bisa menggunakan case agar tidak terlalu panas, yang mana case itu harus kalian beli lagi.
Adapun sistem operasinya yakni One UI 6 berbasis Android 14. Menariknya, Samsung Galaxy A55 5G akan mendapatkan update OS hingga empat tahun dan security update hingga lima tahun.
Ini sangat memuaskan untuk ponsel yang diposisikan sebagai kelas mid-range. Biasanya, HP Android kelas menengah hanya mendapatkan update OS hanya dua tahun saja, tapi Samsung cukup berani.
Baterai
Samsung A55 dibekali baterai 5.000mAh yang support charger 25W. Kapasitas ini cukup digunakan sehari penuh untuk pemakaian ringan seperti foto-foto, main media sosial, ataupun browsing internet.
Main Mobile Legends selama 47 menit, baterainya berkurang 17 persen. Kemudian untuk PUBG Mobile 27 menit, kapasitas baterai habis 7 persen saja.
Sayangnya saat review HP Samsung Galaxy A55, kami tidak disediakan charger 25W resmi. Jadi kami tidak bisa membuktikan klaim Samsung soal charger 30 menit bisa mengisi daya baterai hingga 53 persen.
Kesimpulan
Samsung Galaxy A55 5G adalah HP mid-range Rp 6 jutaan yang bisa dibilang paket lengkap di kelasnya. Ponsel ini unggul di sisi desain, layar, kamera, hingga performa yang terbilang masih aman.
Dari segi desain, bahan kaca hingga frame metal menambah kesan premium untuk HP kelas menengah. Layarnya tajam dan mulus. Kamera juga memuaskan di kondisi outdoor-indoor, siang atau malam hari.
Update OS empat tahun dan security update lima tahun juga menjadi kelebihan di Samsung Galaxy A55 5G. Sekali lagi kami tekankan kalau ini adalah HP mid-range, bukan flagship.
Performa Exynos 1480 ternyata tidak terlalu mengecewakan. Game seperti PUBG Mobile dan Mobile Legends bisa dijalankan dengan baik, meskipun lama kelamaan bikin HP panas.
Poin minus dari Samsung Galaxy A55 5G ini tentu saja soal kelengkapan. Tidak ada charger, pelindung layar, hingga case dalam boks membuat kalian harus mengeluarkan kocek lebih banyak.
Bezel layar yang tebal mungkin juga terlihat mengganggu. Desain tiga kamera belakang vertikal juga membuat HP ini terlihat sama saja dengan ponsel Samsung lainnya yang harganya lebih murah.
Namun jika kalian tidak bermasalah dengan plus minus di atas, HP Samsung Galaxy A55 5G bisa menjadi pilihan. Ponsel ini bisa kalian dapatkan dengan harga mulai dari Rp 5.999.000 alias Rp 6 juta.
'
Berita Terkait
-
Bocoran Samsung Galaxy Z Fold 6 Ultra, HP Lipat Harga Lebih Mahal?
-
Review Film Atlas: Aksi Jennifer Lopez di Tengah Perang Melawan AI, Layak Ditonton?
-
Meluncur Akhir Mei 2024, Samsung Galaxy F55 Dijual Mulai Rp 5 Jutaan?
-
Samsung Galaxy Z Fold 6 Slim atau Ultra Akan Rilis Bareng Galaxy S25
-
Pasar Smartphone di Asia Tenggara Meningkat 12 Persen, Samsung dan Transsion Memimpin
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum
-
Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam
-
7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun
-
4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik
-
Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!
-
POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal
-
Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya