Suara.com - Signify resmi meluncurkan Philips UltraEfficient LED pada September 2024. Perilisan produk merupakan salah satu bentuk kelanjutan inisiatif Green Switch yang diluncurkan tahun lalu.
Philips UltraEfficient LED diklaim hemat energi serta mendukung ekosistem Internet of Things (IoT). Signify menjelaskan bahwa Philips UltraEfficient LED mampu meningkatkan standar efisiensi energi di industri pencahayaan.
Teknologi ini menghemat energi hingga 50 persen lebih tinggi dibandingkan dengan LED pada umumnya dan dirancang untuk mengurangi emisi CO2 sambil tetap mempertahankan kualitas cahaya.
Dengan masa pakai hingga 100.000 jam, luminer ini 1,5 hingga 3 kali lebih tahan lama dari alternatif LED standar, yang secara signifikan mengurangi limbah dan biaya operasional, klaim perusahaan.
Teknologi UltraEfficient LED menggunakan LED chip dan driver yang dikembangkan sendiri oleh Signify, dengan efikasi hingga 210 lumens per watt.
Inisiatif Green Switch mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan keberlanjutan dengan beralih dari pencahayaan konvensional ke pencahayaan LED dan LED terkoneksi.
Acara bertajuk “Flipping the Green Switch: Empowering UltraEfficient LED for a Sustainable Indonesia” berlangsung di Shangri-La Hotel Jakarta pada Kamis (19/9) siang, dibuka oleh Hendra Iswahyudi, Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sebagai pembicara kunci.
Hendra Iswahyudi, Direktur Konservasi EBTKE, Kementerian ESDM, menyatakan, “Kementerian ESDM menjadikan efisiensi energi sebagai salah satu pilar utama dalam menyusun regulasi terkait manajemen energi. Signify sebagai pelopor pencahayaan hemat energi sudah turut berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon terkait pencahayaan di berbagai sektor di antaranya PJU dan bangunan gedung.”
Di akhir sesi diskusi panel, Lea Indra, Ketua AILKI (Asosiasi Industri Luminer & Kelistrikan Indonesia), menyimpulkan bahwa upaya efisiensi energi memainkan peran penting dalam mencapai target emisi nol bersih.
Baca Juga: Honda dan IIT Bergabung, Ciptakan Masa Depan Mobilitas yang Lebih Cerdas
Maka dari itu, kolaborasi lintas sektor menjadi krusial dalam mewujudkan upaya efisiensi yang berkelanjutan, khususnya dalam menerapkan solusi pencahayaan yang lebih hemat energi, salah satunya dengan menggunakan lampu LED. Beralih ke lampu LED dapat membantu mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih cerah dan berkelanjutan.
Sebagai wujud nyata peran Signify dalam mendukung efisiensi energi di bidang pencahayaan, rangkaian produk Philips UltraEfficient LED kini tersedia untuk instalasi professional.
Beberapa di antaranya adalah lampu jalan RoadFlair Pro UltraEfficient, lampu downlight GreenSpace G6 UltraEfficient, GreenPerform Elite Highbay G2 UltraEfficient, Ultrafficient LED Flood Light, UltraEfficient LED Panel, UltraEfficient LED Strip, dan UltraEfficient LED Batten.
Efisiensi energi Philips UltraEfficient LED dapat semakin optimal jika dikoneksikan dengan sistem pencahayaan Interact. Sebagai informasi, Interact merupakan sistem penerangan Signify berbasis IoT, dikendalikan oleh dasbor berteknologi cerdas yang memberi kemudahan bagi pengguna untuk memonitor dan mengatur titik-titik lampu jarak jauh dan secara real-time.
Bersama dengan inisiatif berkelanjutan Green Switch, Signify berkomitmen untuk melakukan aksi iklim dan mendukung pencapaian target Nol Emisi Karbon Indonesia pada 2060.
Berita Terkait
-
iPhone 17 "Mencontek" Xiaomi? Teknologi 120Hz Sudah 5 Tahun Lebih Dulu Hadir di Redmi K30
-
Gegara Teknologi Pengiriman Pesan Ini, Google Ejek iPhone 16 Lewat Iklan
-
Hadir di Indonesia 4.0 Conference & Expo 2024, ET Robotics Resmi Kenalkan Robot Gripper Super Cerdas
-
Megawati Di Hadapan Rektor Se-Rusia: AI Bisa Jadi Mesin Pembunuh Manusia Serta Pelanggeng Kediktatoran
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Volume Kendaraan Masuk-Keluar DIY via Prambanan Seimbang, Arus Lalu Lintas Masih Ramai Lancar
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
Terkini
-
7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
-
Spesifikasi POCO X8 Pro: HP Rp6 Jutaan dengan Chip Kencang dan Skor AnTuTu Libas iPhone
-
5 Link CCTV Jogja untuk Pantau Kemacetan dan Lalu Lintas Libur Lebaran 2026
-
Oppo Reno15 Series: HP AI 200MP & Baterai 7000mAh, Andalan Bukber hingga Lebaran
-
Cara Pakai AI untuk Ucapan Idulfitri 2026 Menarik, Lengkap Prompt Tinggal Copas!
-
Meluncur 19 Maret, Fitur Utama Laptop Xiaomi Book Pro 14 Terungkap
-
Bocoran iPhone 19e: Layar ProMotion Hemat Baterai Siap Hadir di 2028
-
Bocoran Harga Samsung Galaxy A57, Chipset Diklaim Lebih Kencang dan Dingin
-
Redmi A7 Pro Resmi Dijual: HP Murah Rp1 Jutaan dengan Kamera 50MP dan Baterai 6000mAh
-
Bocoran Samsung Galaxy A57: Desain Lebih Tipis, Kamera 50MP dan One UI 8.5 Jadi Sorotan