Suara.com - Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2024, kompetisi STEM tahunan bergengsi yang diselenggarakan oleh Samsung telah mengumumkan daftar pemenang kategori universitas dengan Tim Solyd Ias dari Universitas Brawijaya terpilih sebagai pemenang pertama kompetisi tersebut yang membawa inovasi Portable Kit D-Dimer Level Detector.
"Tahun ini, kami menambahkan kategori universitas karena kami ingin menjangkau lebih luas lagi generasi muda untuk menjadi inovator muda di Indonesia," kata Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia Ennita Pramono saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 1 November 2024.
"Pada sesi ini, ada pemenang dari Universitas Brawijaya, dengan tiga anggota perempuan, generasi muda yang memiliki kepedulian pada lingkungan dan sosialnya," sambungnya.
Total ada 2.400 peserta yang membawa ide inovasi terhadap masalah pendidikan, lingkungan, dan kesehatan untuk SFT 2024.
Setelah melalui proses penjurian yang ketat dengan melibatkan dewan juri yang terdiri dari para pakar industri, terpilih tiga tim pemenang dan satu tim pemenang People Choice Award Samsung Solve for Tomorrow 2024.
Dari kategori universitas, tim Solyd Ias dari Universitas Brawijaya berhasil terpilih menjadi pemenang pertama SFT 2024 yang membawa inovasi Portable Kit D-Dimer Level Detector untuk membantu penderita kardiovaskular dengan risiko sudden cardiac death.
Pemenang kedua diraih oleh tim HerLens dari Universitas Indonesia dengan inovasi mereka yang dapat membantu mendeteksi dini kanker serviks, serta pemenang ketiga diraih oleh tim NARA 1 dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia dengan inovasi mereka untuk membantu memonitor kesehatan serta kesejahteraan para lansia dengan mendeteksi anomali lingkungan melalui voice recognition, sensor pemantauan lingkungan.
Sementara untuk People Choice Award diraih oleh tim Cemerlang dari Universitas Gadjah Mada. Tim tersebut mengembangkan inovasi Dentalint untuk mendeteksi karies dan kesehatan gigi berbasis AI untuk meningkatkan kesehatan gigi masyarakat Indonesia.
Keempat tim pemenang di atas merupakan anak-anak bangsa yang berhasil menciptakan solusi inovasi berbasis AI (kecerdasan buatan) untuk menjawab persoalan di bidang pendidikan, lingkungan, dan kesehatan di masyarakat.
Baca Juga: Lawan iPhone 17 Air, Samsung Siapkan Galaxy S25 Versi Super Tipis!
Solusi yang dihadirkan tidak hanya mencerminkan potensi generasi muda akan kecerdasan teknologi, tetapi juga kepedulian terhadap isu-isu kritis sosial yang dihadapi bangsa.
"Kami berharap alat kami bisa menjadi alat pemeriksaan deteksi dini yang praktis, dapat digunakan siapa pun, terutama mereka-mereka yang jauh dari fasilitas kesehatan," kata Safina Amelia Khansa selaku perwakilan dari tim Solyd Ias Universitas Brawijaya.
Mulai tahun ini, para peserta SFT juga didorong untuk mengaplikasikan AI sebagai inovasi yang bermanfaat dengan memberikan pelatihan AI for Designer. Inisiatif tersebut dirancang untuk mengajarkan keterampilan dalam merancang solusi berbasis AI kepada para peserta.
Pembelajaran tersebut diharapkan dapat memberikan efisiensi dalam proses mendesain, membantu para peserta untuk mengoptimalkan kreativitas mereka, dan fokus pada inovasi. Mulai dari pembuatan prompt hingga konversi desain menjadi prototipe, para peserta diberikan pembekalan mengenai penggunaan UiZard, sebuah software inovatif yang mempermudah proses desain berbasis AI.
Samsung SFT mengajak generasi muda bangsa mengembangkan ide-ide inovatif yang memberikan dampak positif dan bermanfaat untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.
Melalui SFT, Samsung berkontribusi dalam mendukung program-program pemerintah yang berfokus pada peningkatan literasi digital dan pengembangan keterampilan teknologi generasi muda, sehingga mereka dapat menjadi pemimpin inovasi masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Tebus Kesalahan, Devil May Cry Season 2 Dapat Sambutan Positif di Netflix
-
Sony Siapkan Headphone Premium: Pesaing AirPods Max, Harga Diprediksi Tembus Rp11 juta
-
5 HP Honor RAM Besar Termurah, Kuat untuk Multitasking Berat Mulai Rp2 Jutaan
-
Honor Robot Phone Siap Meluncur: Bawa Modul Kamera Gimbal dan Sensor 200 MP
-
Deepfake dan Phishing AI Mengancam Perbankan, Industri Diminta Waspada
-
Xiaomi 17 Andalkan Kamera Leica dan HyperAI, Patricia Gouw Bikin Konten Fashion Ala Editorial
-
Xiaomi 17 Max Resmi Meluncur 21 Mei, Bawa Kamera Leica 200MP dan Baterai 8000mAh
-
Samsung Galaxy Z Flip 8 Disebut Jadi HP Lipat Clamshell Terakhir, Ini Penyebabnya
-
Asus Resmi Rilis Monitor ProArt OLED 4K 240Hz untuk Kreator, Harga Tembus Rp40 Jutaan
-
Kaspersky Ungkap 234 Ribu Serangan Password Stealer Ancam Perusahaan di Indonesia