Suara.com - JBL secara resmi meluncurkan lini produk True Wireless Stereo (TWS) JBL Tour Pro 3 dan JBL Live 3.
JBL Tour Pro 3 dengan pilihan dua warna, Latte dan Black, yang dilengkapi dengan teknologi dual-driver.
Selain itu, juga dihadirkan fitur JBL Spatial 360 dengan fitur Head Tracking, True Adaptive Noise Cancellation 2.0, dan Smart Charging Case.
Casing JBL Tour Pro 3 tidak hanya memberikan kontrol penuh atas fitur earbud, namun juga menjadi pemancar audio nirkabel.
Tenologi ini memastikan pengalaman “Everywhere Entertainment” (Hiburan Dimana Saja) dari USB atau sumber analog apapunseperti sistem hiburan di pesawat.
Pengguna dapat menyambungkan casing pengisi daya untuk koneksi secara cepat dan otomatis ke earbud mereka.
Terlebih lagi, koneksi langsung antara casing dan earbud lebih stabil dengan latensi rendah dibanding Bluetooth, sehingga cocok untuk bermain game, telepon, menonton film, serta mendengarkan musik.
JBL Tour Pro 3 merupakan model TWS dengan fitur AuracastTM pertama dari JBL.
Fitur ini dapat membantu pengguna saat membagikan konten audio dengan mudah ke perangkat manapun yang dilengkapi fitur AuracastTM.
Baca Juga: Realme Buds T310 Masuk Indonesia, TWS Murah Harga Rp 300 Ribuan
Pengguna JBL Tour Pro 3 dalam menekan tombol AuracastTM pada layar Smart ChargingCaseTM, atau bergabung pada program siaran langsung yang sudah ada dengan menekan layar casing melalui aplikasi pendukung.
TWS satu ini juga menghadirkan JBL Spatial 360 dan teknologi Head Tracking dari segala sumber audio.
Fitur ini mengubah suara stereo menjadi pengalaman yang imersif, khususnya ketika menonton film atau bermain game.
Perangkat terbaru JBL ini dilengkapi sistem hybrid dual-driver di tiap earbud, menjadikannya yang pertama untuk TWS JBL dengan menghadirkan JBL Pro Sound yang legendaris.
Driver armature mengatur nada tinggi dengan kejernihan lebih baik, dilengkapi oleh driver dinamis 11mm untuk menghasilkan bass yang kuat dan vokal yang jernih.
Dengan DAC khusus pada setiap driver yang mereproduksi bagian spesifik dari rentang frekuensi dari 20Hz hingga40kHz, pengguna dapat nikmati setiap detail dengan definisi mendekati kualitas suara yang dihasilkan dalam studio.
Berita Terkait
-
4 Rekomendasi TWS Murah Terbaik Agustus 2024, Harga Mulai Rp 200 Ribuan Saja
-
iQOO Siapkan TWS Anyar, Desain Mirip AirPods Pro?
-
Vivo TWS 3e Siap Rilis di Pasar Internasional, Harga Murah!
-
Harga HUAWEI FreeBuds 6i, TWS Murah dengan Active Noise Cancellation
-
Huawei FreeBuds 6i, Inovasi TWS Terbaru dengan ANC dan Baterai Tahan Lama, Siap Meluncur di Indonesia
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo
-
3 Two Way Cake untuk Kulit Berjerawat: Ringan Tanpa Menyumbat Pori-Pori!
-
Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza