Suara.com - Canon melalui PT Datascrip sebagai distributor tunggal di Indonesia, menghadirkan kamera sinema digital Canon EOS C400 dan EOS C80.
Dua kamera yang sama-sama dilengkapi fitur canggih seperti sensor full frame 6K, Triple Base ISO dan internal RAW ini memungkinkan penggunanya bebas berkreasi untuk menghasilkan video berkualitas tinggi dengan visual memukau.
Monica Aryasetiawan - Canon Business Unit Director PT Datascrip, mengungkapkan, EOS C400 dan C80 dilengkapi dengan fitur-fitur mutakhir yang memberikan keleluasaan kepada penggunanya dalam proses produksi video untuk menghasilkan visual premium.
"Kami yakin, dua kamera sinema digital ini akan mendorong kreativitas dunia sinema di Tanah Air ke tingkat yang lebih tinggi,” ucapnya dalam keterangan resminya, Jumat (29/11/2024).
Kamera sinema EOS C400 mewarisi fungsi-fungsi dasar EOS C500 Mark II dan C300 Mark III, dalam bentuk yang sudah disempurnakan.
EOS C400 adalah kamera Cinema EOS pertama yang dibekali sensor CMOS full-frame 6K bertumpuk dengan sinar latar, sehingga bisa menghasilkan video berkualitas tinggi.
Sensor tersebut juga memungkinkan pengambilan video dengan depth of field dangkal guna mendapatkan visual dengan bokeh yang menawan.
Sensor tersebut dilengkapi dengan prosesor pemrosesan gambar DIGIC DV 7, sehingga bisa menghasilkan video berkualitas tinggi dengan frame rate tinggi, yakni 6K/60P dan 4K/120P dalam format RAW.
Selain itu, kombinasi sensor CMOS full-frame 6K dan prosesor DIGIC DV 7 mampu menghasilkan video dengan tone natural dari kecerahan rendah hingga tinggi, meningkatkan kualitas gambar 4K melalui oversampling 6K, dan mengurangi noise di area gelap.
Baca Juga: Spesifikasi Kamera Oppo Find X8 Ultra Bocor, Gunakan Lensa Periskop Ganda
Kemampuan EOS C400 mengurangi noise secara signifikan meski dalam situasi cahaya minim itu didukung oleh fitur Triple Base ISO atau tiga level ISO dasar, yang bisa diatur beralih otomatis sehingga dynamic range tetap terjaga meski level ISO berubah.
“Pengguna EOS C400 akan mendapatkan video berkualitas premium berkat sensor full-frame 6K canggih yang didukung fitur Triple Base ISO," katanya.
Menurut Monica, pengguna juga bisa leluasa melalukan proses post production karena ada fitur perekaman internal RAW.
Penggunaan dudukan RF pada kamera ini juga berkontribusi dalam menghasilkan video berkualitas tinggi.
Penggunaan dudukan RF juga memberikan keleluasaan kepada pengguna untuk memakai berbagai lensa RF, ataupun lensa PL dan EF dengan bantuan mount adapter.
Apabila kamera dengan dudukan RF ini dipasangkan dengan lensa RF, maka akan terjadi kombinasi Image Stabilization (IS).
Pengguna EOS C400 juga bisa leluasa mengatur komposisi ketika proses perekaman berlangsung tanpa perlu takut kamera tidak fokus ke subjek/objek utama.
Sebab, kamera ini dibekali dengan sistem Dual Pixel CMOS AF II, sehingga mampu melakukan autofocus (AF) cepat dan akurat dengan cakupan luas.
Bahkan, AF kamera ini bisa mendeteksi subjek manusia dan hewan secara continue berkat dukungan algoritma EOS iTR AF X berbasis deep learning.
Kamera sinema digital dengan ukuran ringkas dengan bobot hanya sekitar 1.540 gram ini juga dilengkapi beragam interfaces atau antarmuka, seperti terminal GENLOCK/SYNC/RETURN dan terminal ETHERNET.
Dua terminal tersebut sangat berguna dalam proses produksi live karena dapat menghadirkan tally function dan return function tanpa perlu alat tambahan.
Sementara Canon EOS C80 adalah kamera sinema portabel dengan lebar hanya sekitar 16 sentimeter, sehingga mudah digerakkan, tapi tetap punya performa yang luar biasa.
Kamera dengan berat hanya 1.300 gram ini cocok untuk beragam jenis pengambilan gambar, termasuk perekaman untuk tayangan live.
“Dengan ukurannya yang hanya sebesar telapak tangan, EOS C80 akan memudahkan mobilitas saat perekaman," imbuh Monica.
Menurutnya, keleluasaan bergerak ini tentu merupakan keuntungan dalam proses produksi video dan dapat memicu kreativitas penggunanya.
Selain unggul dari sisi mobilitas, kamera ini juga luar biasa dari sisi hasil perekaman karena dibekali sensor CMOS full-frame 6K bertumpuk dengan sinar latar.
Berkat sensor tersebut dan penggunaan dudukan RF, kamera ini memungkinkan perekaman dengan depth of field dangkal, sehingga bisa menghasilkan video dengan visual sinematik dengan bokeh yang menawan.
Lewat kombinasi sensor tersebut dan prosesor pemrosesan gambar DIGIC DV 7, EOS C80 juga dapat mengurangi distorsi rana bergulir (rolling shutter distortion).
Kombinasi tersebut juga membuat kamera ini mampu menghasilkan video berkualitas tinggi 6K/30P dalam format RAW dan 4K yang punya kualitas visual menawan karena hasil oversampling 6K.
Kamera ini juga mampu melakukan perekaman dengan frame rate tinggi hingga 4K/120P dan 2K/180P, sehingga bisa menghasilkan video gerakan lambat yang mengesankan.
Selain itu, EOS C80 juga dilengkapi dengan fitur Triple Base ISO yang sangat berguna untuk menyesuaikan kecerahan di lokasi pengambilan gambar.
Dengan fitur Triple Base ISO itu, noise akan berkurang signifikan, bahkan di lokasi yang gelap seperti malam hari atau di dalam ruangan.
Keunggulan lainya EOS C80 adalah autofocus (AF). Kamera ini dilengkapi sistem Dual Pixel CMOS AF II dan algoritma EOS iTR AF X berbasis deep learning, sehingga menghasilkan AF berkecepatan tinggi, akurasi tinggi, dan cakupan luas serta kemampuan pelacakan subjek dengan performa tinggi.
Keberadaan port SDI dan HDMI juga memungkinkan output SDI/HDMI secara simultan ke perangkat eksternal.
Untuk mendukung produksi video berkualitas tinggi, Canon melengkapi EOS C80 dengan panel LCD yang cerah guna meningkatkan visibilitas di luar ruangan.
Lebih jauh, kamera ini juga dilengkapi dengan joystick yang secara khusus dibentuk dan ditempatkan sesuai dengan pergerakan jempol pengguna, sehingga memungkinkan pengguna mengubah setting kamera dengan cepat.
PT Datascrip memasarkan Canon EOS C400 (Body Only) dengan harga Rp139.999.000,- (sudah termasuk PPN 11%) dan Canon EOS C80 (Body Only) dengan harga Rp 95.999.000,- (sudah termasuk PPN 11%).
Berita Terkait
-
Vivo X200 Hadir dengan Kamera ZEISS, Siap Menggebrak Pasar Asia Tenggara
-
Makin Superior, Samsung Galaxy S25 Slim Hadirkan Kamera Premium
-
Oppo Find X8 Ultra: Siap Bersaing dengan Snapdragon 8 Elite dan Kamera Hasselblad
-
Render Huawei Mate 70 Beredar, Bawa Kamera Premium 50 MP
-
Fitur Kamera Xiaomi 15 Ultra Terungkap, Bawa Telefoto 200 MP
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Harga Honor WIN H9 Tembus Rp30 Jutaan: Usung Layar 300 Hz 'Anti Pusing' dan RTX 5070
-
7 HP Murah Kamera Bagus Harga Rp1 Jutaan, Pilihan Terbaik di 2026
-
Xiaomi 17T Pakai Chip Kencang Dimensity, Upgradenya Signifikan Dibanding Xiaomi 15T
-
Bosan Pakai Kabel? Intip 5 HP Murah dengan Fitur Wireless Charging
-
5 HP Samsung Midrange Terbaik 2026, Spek Gahar Harga Makin Terjangkau
-
Resident Evil Requiem Laku 7 Juta Kopi, Capcom Gelar Pesta Khusus
-
HP Samsung Paling Murah Seri Apa? Ini 5 Pilihan Spek Terbaik Mulai dari Rp1 Jutaan
-
Penerus Kejayaan Patapon, Ratatan Bersiap ke Konsol pada Bulan Depan
-
Honor 600e Nongol di Geekbench Bawa Chipset MediaTek Terbaru, Seberapa Ngebut?
-
51 Kode Redeem FF Terbaru 27 April 2026, Sikat Hadiah Skin hingga Bundle Gintoki