Suara.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan sebuah modus baru judi online. Ternyata para pemain judol bisa deposit atau top up dana untuk main judi lewat QR Code Indonesia Standard atau QRIS.
Deputi Analisis dan Pemeriksaan PPATK, Danang Tri Hartono mengungkapkan kalau para bandar judol semakin mengembangkan metode depo yang lebih mudah kepada para pemain.
"Jadi kami menemukan ribuan, puluhan ribu QRIS itu, untuk deposit judi online," ungkapnya saat konferensi pers yang digelar Forum Wartawan Teknologi (Forwat) pada Jumat (29/11/2024) malam.
Danang mencontohkan, ada sebuah QRIS yang dimanfaatkan oleh warung soto ataupun tukang ojek. Hal yang membuatnya curiga yakni transaksi dari QRIS itu justru mencapai miliaran rupiah.
"Itu deposit untuk judi online," lanjut dia.
Danang bercerita kalau para bandar judol ini cukup lihai dalam menyembunyikan jejak aliran dana. Jika sebelumnya depo langsung masuk ke rekening perusahaan pengelola judi online, sekarang lebih berlapis.
Bahkan aliran dana judol kini tak hanya lewat QRIS. Danang mengungkap kalau mereka beralih ke mata uang kripto hingga valuta asing yang membuat aliran dana makin sulit dilacak.
"Nah mereka tujuannya memutus transaksi supaya tidak ketahuan siapa pemilik sebenarnya," umbar Danang.
Ia meyakini kalau metode konversi pulsa tidak akan dipakai untuk depo judi online. Sebab biaya depo dari pulsa itu memotong biaya hingga 20 persen, yang membuatnya lebih mahal.
Baca Juga: Arne Slot Soal Pep Guardiola: Tidak Perlu Merasa Kasihan Padanya
Selain pulsa, biaya kripto juga sebenarnya mahal. Makanya Danang yakin kalau kripto kemungkinan tidak menjadi opsi.
Dia berpandangan kalau kalau depo judol via QRIS ini bisa diputus langsung dengan cara pengecekan ulang atau know your customer (KYC). Dengan demikian, merchant berkedok depo judol ini bisa langsung diblokir.
"Sehingga apabila teridentifikasi bisa langsung, masyarakat datang, bahkan bisa di-suspend. Itu saya kira untuk antisipasi yang sekarang," jelasnya.
Berita Terkait
-
Arne Slot Soal Pep Guardiola: Tidak Perlu Merasa Kasihan Padanya
-
PPATK Ungkap Jumlah Pemain Judi Online Indonesia Bisa Tembus 11 Juta Orang di Akhir 2024
-
Pernah Terjerat Promosi Judol, Joget Sadbor Kini Diawasi Polisi
-
Lagi! Polisi Tangkap 2 Tersangka Baru Kasus Judol Libatkan Pegawai Komdigi, Perannya Jadi Agen dan Cuci Uang
-
Judi Online Kian Mengkhawatirkan, Komdigi: Rp 500 Perak Sudah Bisa untuk Depo
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026