Suara.com - Sunhaji, sosok penjual es teh yang viral belakangan ini mengaku sudah memaafkan sikap Gus Miftah alias Miftah Maulana kepadanya. Oleh karena itu, ia meminta kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menolak pengunduran diri sang pendakwah tersebut.
Sebagaimana diketahui, Sunhaji menuai simpati publik setelah diolok-olok oleh Gus Miftah dalam sebuah acara pengajian di Magelang, Jawa Tengah. Karena hal itu, banyak orang yang ingin membantu Sunhaji, bahkan memberinya kesempatan untuk umrah.
Tetapi, baru-baru ini beredar video yang merekam dirinya menangis sambil memohon kepada Prabowo Subianto untuk menolak pengunduran diri Gus Miftah dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden.
Video tersebut dibagikan ulang oleh beberapa akun di X, salah satunya adalah @kegblgnunfaedh. Dalam cuplikan video tersebut, Sunhaji terlihat mengenakan peci hitam dengan baju koko berwarna putih. Sambil menatap kamera, Sunhaji mengaku bahwa ia dan Gus Miftah sudah saling memaafkan.
"Saya Sunhaji, saya menyayangkan Gus Miftah mundur dari kabinet. Saya sudah memaafkan Gus Miftah dan saling memaafkan," ucapnya.
Sunhaji kemudian terlihat menangis dan menyeka kedua matanya. Dengan sorot wajah sedih, Sunhaji mengulangi kalimatnya agar Prabowo Subianto menolak pengunduran diri Gus Miftah.
"Saya mohon kepada Bapak Prabowo untuk menolak pengunduran diri Gus Miftah," imbuhnya.
Sontak, video tersebut menuai beragam respons dari pengguna X lainnya. Beberapa warganet curiga jika video tersebut merupakan suruhan orang lain.
"Yang saya khawatirkan penjual es teh ini digiring atau dibujuk supaya mau bikin video penolakan mundur Miftah," tulis akun @tex*****
Baca Juga: Ternyata Bukan Kiai, Kesaksian Adik Bertolak Belakang dari Pengakuan Gus Miftah soal Nasab Orang Tua
"Absurd. Dia membela dirinya sendiri di depan Miftah aja nggak mampu. Kok punya inisiatif membela Miftah di depan Presiden. Sudah menghina sekarang memanipulasi seorang Sunhaji. Kasihan betul," komentar @dhi****
"Kalian percaya ini murni keinginan Pak Sunhaji? Atau mungkin Pak Sunhaji sudah masuk jebakan skenario Ta'im dan gengnya?" tambah @mat*_*******
"Si bapak adalah contoh serendah itu masyarakat kita yang punya mental nggih dan manut walau dicela, kalian semua kasian sama si bapaknya akan tetapi dari sisi bapaknya dia ngerasa udah cukup dianggap sama kalangan kyai banser dll," timpal @akb*******
"Kelihatan kok pak kalau nangis beneran sama dibuat-buat," sahut @twi********
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan