Suara.com - Fitur Ikon Bertema atau Themed Icons awalnya merupakan bagian dari Material You saat diluncurkan di Android 12.
Kala itu, fitur tersebut sangat mendasar dan daftar ikon aplikasi yang didukungnya dikodekan secara kaku. Itu membuatnya jauh kurang fleksibel dan fungsional.
Namun, Android 13 hadir dan menyediakan API yang tepat untuk Ikon Bertema yang akhirnya memungkinkan pengembang untuk membuat ikon aplikasi perangkat kompatibel dengan tema di seluruh sistem.
Sayangnya, fitur ini tetap dalam versi beta selama lebih dari dua tahun, sehingga menimbulkan banyak keraguan tentang stabilitas dan adopsi yang luas, meskipun banyak dinanti pengguna.
Tetapi, hal itu tidak lagi berlaku sekarang karena Android 15 QPR2 Beta 2 akhirnya menghapus label beta. Artinya, Google menganggap fitur tersebut siap untuk penggunaan resmi dan secara luas.
Xiaomi sendiri kini baru memulai pembaruan HyperOS 2.0. Skin Android ini dioptimalkan dengan bahasa desainnya sendiri dan mulai menerapkan elemen Material You.
Meskipun perangkat Xiaomi telah mengadopsi fitur dari elemen tersebut, tetapi fitur Ikon Bertema belum sepenuhnya muncul di ekosistem Xiaomi.
Dilansir dari Xiaomi Time pada Rabu (18/12/2024), setelah Google menstabilkan fitur ini, kemungkinan besar Xiaomi akan mengintegrasikannya ke dalam HyperOS.
Dengan kata lain, Xiaomi kini memiliki peluang untuk menerapkan fitur itu dalam HyperOS 2.0 atau bahkan di HyperOS 3 yang kemungkinan debut bersamaan dengan seri Xiaomi 16.
Baca Juga: Render Redmi Turbo 4 Muncul, Andalkan Kamera Ganda yang Ciamik!
Ikon Bertema cukup penting bagi pengguna HyperOS karena memungkinkan ikon aplikasi berubah warna sesuai dengan skema warna di seluruh sistem. Ini akan melengkapi tampilan dan nuansa HyperOS.
HyperOS 3 kemungkinan akan hadir pada 2025 dan diprediksi akan menyertakan Ikon Bertema sebagai fitur sistem secara default.
Pembaruan perangkat lunak generasi berikutnya dari Xiaomi akan lebih menyempurnakan UI sistem dan Ikon Bertema milik Google yang sepenuhnya stabil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum
-
Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam
-
7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun
-
4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik
-
Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!
-
POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal
-
Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya