Parker mencatat bahwa satu hari setelah badai geomagnetik G5, hampir 5.000 satelit, sebagian besar berasal dari konstelasi Starlink, melakukan manuver peningkatan orbit secara bersamaan.
“Ini adalah setengah dari semua satelit aktif di luar angkasa yang memutuskan untuk bermanuver pada waktu yang sama,” ujar Parker.
Fenomena ini menjadi migrasi massal satelit terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah. Meskipun manuver ini penting untuk menjaga kestabilan orbit satelit, pergerakan massal dalam waktu singkat justru membuat prediksi posisi satelit menjadi lebih sulit.
Hal ini meningkatkan risiko tabrakan, terutama di wilayah orbit rendah Bumi yang semakin padat.
Upaya Prediksi dan Mitigasi Badai Geomagnetik
Peristiwa ini menegaskan pentingnya memahami perilaku Matahari untuk memprediksi badai geomagnetik dengan lebih akurat. Ilmuwan dan peneliti terus berusaha mempelajari pola aktivitas Matahari agar operator satelit dapat lebih siap menghadapi gangguan semacam ini.
Prediksi yang lebih baik akan membantu operator merancang strategi mitigasi yang efektif, melindungi perangkat keras satelit, dan meminimalkan risiko tabrakan di masa depan.
Dengan meningkatnya ketergantungan kita pada teknologi satelit untuk komunikasi, navigasi, dan pemantauan, badai geomagnetik menjadi tantangan serius yang harus diatasi.
Peristiwa ini bukan hanya mengingatkan kita akan kekuatan dahsyat Matahari, tetapi juga pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi fenomena luar angkasa yang tak terduga.
Baca Juga: Satelit Kayu Pertama di Dunia Meluncur ke Luar Angkasa!
Peristiwa "migrasi" ribuan satelit ini menjadi pengingat yang kuat akan kekuatan Matahari dan dampaknya terhadap teknologi yang kita andalkan. Di tengah fase solar maksimum yang sedang berlangsung, ancaman badai geomagnetik terhadap satelit menjadi semakin nyata.
Upaya prediksi dan mitigasi badai geomagnetik menjadi krusial untuk melindungi infrastruktur luar angkasa kita dan memastikan keberlangsungan layanan penting yang bergantung padanya.
Lebih dari sekadar fenomena alam yang menakjubkan, badai matahari adalah tantangan serius yang menuntut perhatian dan kesiapsiagaan global.
Kontributor : Pasha Aiga Wilkins
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Spesifikasi PC 007 First Light Resmi Rilis, Game James Bond Butuh RAM 16 GB
-
Spesifikasi iQOO Z11 Global: Siap ke Indonesia, Usung Baterai Jumbo 9.020 mAh
-
52 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 9 Mei 2026: Klaim Kartu 115-120 dan Tag Gratis
-
73 Kode Redeem FF Max Terbaru 9 Mei 2026: Raih Parasut, Skin Eclipse, dan MP40 Cobra
-
Penjualan PS5 Anjlok usai Harga Naik, Sony Pastikan PS6 Sudah Dalam Pengembangan
-
Bangkit Lagi? Cek Perkiraan Harga HP Midrange Vivo S2 yang Dirumorkan Comeback Tahun Ini
-
Mortal Kombat 2 Raup Puluhan Miliar Sebelum Tayang, Siap Ikuti Kesuksesan Super Mario?
-
Telkomsel Perkuat Layanan Digital Berbasis AI, Fokus Hadirkan Customer Experience Lebih Cepat
-
XLSMART Latih 25 Ribu Siswa Jadi Talenta Digital, Fokus pada Kreator Konten dan Skill Teknologi
-
3 Model Vivo X500 Series Terdaftar di IMEI, Usung Chipset Kencang Terbaru MediaTek