Suara.com - Media sosial baru-baru ini tengah dihebohkan dengan slip gaji seorang pegawai bank pada 1997. Hal yang menjadi sorotan karena jumlah gaji tersebut lebih tinggi dari UMR Jogja saat ini, yaitu sekitar Rp 2,4 juta.
Dalam gambar yang diunggah oleh akun X @innovacommunity, terlihat pengguna Facebook membagikan slip gaji milik ibunya yang bekerja di PT Bank Dagang Nasional Indonesia.
Slip gaji yang diterima ibunya pada Januari 1997 tersebut merinci gaji bruto, THR, hingga uang makan.
Tertera bahwa gaji ibunya pada 1997 sebesar Rp 1,075 juta dengan uang makan sebesar Rp 15.000 dan THR sebesar Rp 2,7 juta. Jika dikurangi dengan potongan-potongan lainnya, gaji bersih yang diterima sebesar Rp 3,7 juta.
"Gaji nyokap tahun 97 udah kayak gaji UMR jaman sekarang," tulisnya dalam grup Facebook Nostalgia 80 dan 90an.
Beredarnya slip gaji tersebut menjadi sorotan publik. Jika dihitung menggunakan kalkulator inflasi, maka nominal Rp 3,7 juta pada 1997 setara dengan sekitar Rp 29,7 juta pada 2023.
Sejumlah warganet pun menyoroti ketimpangan jumlah gaji pada zaman dulu dengan era sekarang. Pasalnya, mayoritas warganet menilai jika tak ada kenaikan gaji jika dibandingkan dengan sebagian besar UMR saat ini.
"Gaji nyokapnya tahun segitu masih lebih banyak ketimbang UMR Jogja tahun segini," komentar @imma*******
"Kok gue sedih ya lihatnya, dibandingkan dengan sekarang masih banyak yang sama, dengan Harga barang atau makanan yang jauh lebih tinggi. Miris banget," tambah @panc**********
Baca Juga: Segini Gaji Andi Ibrahim sebagai Dosen ASN, Dalang Sindikat Uang Palsu UIN Makassar
"Gajinya sekitar 30 jutaan per bulan dengan kurs sekarang sih," sahut @iam*******
"Gila, udah selama itu tapi UMRnya mentok cuma segini doang," timpal @cipi*********
"Yang bikin gede sebenernya THRnya sih. Tapi tetep aja, gajinya 1 jutaan. Sekarang juga banyak orang yang underpaid, jadi miris," tulis @loen_
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis