Suara.com - Rapor merah 100 hari kerja pemerintahan Prabowo-Gibran viral menjadi perbincangan di media sosial. Lembaga penelitian Center of Economics and Law Studies (Celios) diketahui memberikan nilai 3 dari 10 untuk Wapres RI Gibran Rakabuming Raka.
Tak disangka, akun yang mengatasnamakan hacker Anonymous (@YourAnonVD) justru memberikan nilai minus untuk Gibran. Sebagai informasi, Celios merupakan lembaga penelitian independen yang berfokus pada bidang ekonomi dan hukum.
Mereka baru saja merilis laporan berjudul 'Evaluasi Kinerja Kabinet Merah Putih dan Program Ekonomi, Energi, Lingkungan Hidup, serta Penegakan Hukum'. Pemberitaan laporan Celios diunggah ulang oleh akun @Mata_Netizen62.
"Wkwk para-para ternak Mulyono bisa ngamuk-ngamuk nih," sindir @Mata_Netizen62. Postingan yang dibagikan viral setelah memperoleh 1.100 retweet dan ribuan tanda suka. Celios diketahui memakai survei berbasis Expert Judgment.
Pada 100 hari menjabat, Presiden RI Prabowo memperoleh nilai 5 dari 10. Wakilnya yaitu Gibran lebih buruk, ia mendapat nilai 3 dari 10.
Celios memasukkan lima menteri yang dinilai publik memiliki kinerja buruk yaitu Menteri HAM Natalius Pigai, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri Energi dan SDM Bahlil Lahadalla, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Menteri Desa Yandrie Susanto.
Lima menteri dengan rapor hijau alias mempunyai kinerja terbaik menurut survei Celios adalah Menteri Agama Nasruddin Umar, Menkes RI Budi Gunadi Sadikin, Menkomdigi Meutya Hafid, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti.
"Kualitas kepemimpinan relatif rendah (38 persen). Responden melihat rendahnya kualitas kepemimpinan dalam kabinet. Aspek kepemimpinan dinilai 'sangat buruk' oleh 9 persen responden dan 38 persen menilai 'buruk'. Lalu, 36 persen responden menilai 'cukup' dan 14 persen menilai 'baik'. Hanya 3 persen responden yang memberikan jawaban 'sangat baik'," tulis Celios pada akun media sosial resminya dikutip Kamis (23/01/2025). Postingan viral mengenai rapor merah Gibran menuai beragam komentar publik.
"Gua kasih minus," tulis akun hacker Anonymous (@YourAnonVD).
Baca Juga: Sempat Mengecewakan, Menu Makan Bergizi Gratis Akhirnya Makin Layak: Ini Baru Makanan..
"Kok 3 sih, kenapa tidak 1 dari 10?" cuit @yon**y**trau.
"Halah, paling survei buatan Anak Abah," komentar @jo**es**nd.
"Segitu udah mending lah. Orang kerjanya cuma bagi-bagi susu. Oh iya, sama baca teks," nyinyir @ad*_im**udin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana