Bulan akan berada pada mag -12,6 dan Mars pada mag -0,8, keduanya di konstelasi Gemini. Sama seperti Jupiter, pengamat membutuhkan bantuan alat seperti teropong untuk melihat detail Mars.
4. Bulan purnama
Bulan purnama akan terjadi pada 12 Februari 2025. Bulan akan mencapai fase penuh dan fenomena Bulan purnama pada Februari disebut juga sebagai Bulan Salju atau Snow Moon.
Penamaan khusus ini dipopulerkan dalam beberapa dekade terakhir oleh Farmers' Almanac di Amerika Serikat. Nama-nama yang digunakan oleh almanak tersebut mengklaim berasal dari suku-suku asli Amerika.
Snow Moon adalah julukan Bulan purnama yang paling mudah dipahami karena mencerminkan fakta bahwa salju sering turun pada bulan Februari, tepat sebelum musim berganti dan musim semi muncul.
Pada malam-malam setelah 12 Februari, Bulan akan terbit sekitar satu jam lebih lambat setiap harinya, dan akan tampak lebih jelas di malam hari.
Pada saat mencapai fase purnama, Bulan akan berada pada jarak 392.000 km dari Bumi.
5. Venus di titik tercerah
Venus akan mencapai kecerahan tertingginya pada 16 Februari 2025. Fenomena ini terjadi ketika orbit Venus terletak lebih dekat ke Matahari daripada Bumi. Venus dapat diamati selama beberapa bulan setiap kali mencapai jarak terjauh dari Matahari, momen yang disebut sebagai elongasi terbesar. Penampakan ini berulang kira-kira sekali setiap 1,6 tahun.
Baca Juga: Siapa Suami Barbie Hsu? Cinta Sejati yang Tertunda Selama 20 Tahun
Pada saat-saat seperti ini, Venus sangat terang dan mencolok sehingga menjadi objek paling terang ketiga di langit setelah Matahari dan Bulan. Venus sering disebut bintang fajar atau bintang senja.
Namun, kecerahan Venus bergantung pada dua faktor, yaitu kedekatannya dengan Bumi dan fasenya. Fasenya bervariasi tergantung pada posisinya relatif terhadap Bumi. Sebagai contoh, ketika Venus melewati antara Bumi dan Matahari, sisi yang menghadap Bumi sama sekali tidak disinari.
Sebaliknya, ketika Venus berada di seberang Bumi dalam orbitnya, melewati hampir di belakang Matahari, Venus tampak sepenuhnya disinari, seperti Bulan purnama.
Venus mencapai tingkat kecerahan tertingginya ketika masih berbentuk bulan sabit. Hal ini karena Venus jauh lebih dekat ke Bumi selama fase-fase bulan sabitnya daripada pada waktu-waktu lainnya.
Itulah beberapa fenomena langit yang bisa diamati sepanjang Februari 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Juni 2026: Panen 5.000 Gems dan 150 Shard
-
47 Kode Redeem FF Terbaru 13 Juni 2026: Panen 200 DM Gratis dan SG2
-
3 HP AI Harga 1 Jutaan Terbaik Juni 2026, Fitur Pintar Melimpah Buat Dana Mepet
-
Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global
-
Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G
-
Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega
-
4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026
-
HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN