Suara.com - HP gaming RedMagic 10 Pro debut pertama kali di China pada November 2024 lalu. Perusahaan kini mengenalkan RedMagic 10 Pro Golden Saga Edition berlapis emas di pasar global.
Perusahaan merilis HP gaming edisi terbatas untuk wilayah tertentu seperti Eropa dan Amerika Serikat. Belum diketahui apakah smartphone akan tersedia di negara lain atau tidak.
RedMagic 10 Pro Golden Saga Edition mempertahankan spesifikasi gahar dari RedMagic 10 Pro dan menambah lapisan khusus untuk memperlihatkan kesan elegan.
Soal jeroan, perangkat mengandalkan Snapdragon 8 Elite versi "Extreme Edition" dengan RAM 24 GB. Pada edisi khusus, bagian belakang ponsel sudah dilapisi dengan kaca safir.
Ini membuat perangkat lebih tahan terhadap goresan dibanding lapisan kaca konvensional. Terdapat pula baterai yang dibungkus serat karbon untuk membantu pendinginan.
RedMagic 10 Pro Golden Saga Edition mempunyai lapisan emas di sejumlah area seperti tombol daya, bingkai di sekitar kipas pendingin, dan logo RedMagic di bagian bawah ponsel.
Dikutip dari Notebookcheck, RedMagic 10 Pro Golden Saga Edition hanya memiliki satu varian memori yaitu RAM 24 GB + penyimpanan 1 TB.
Kotak penjualan mencakup alat SIM berlapis emas, adaptor berlapis emas, kipas pendingin VC Cooler 5 Pro, casing khusus dengan lapisan matte, kabel USB-C tambahan, dan kartu kolektor.
Saat debut di China, HP gaming RedMagic 10 Pro dibanderol mulai dari 4.999 yuan (Rp 11 juta). Edisi terbatasnya memiliki harga yang jauh lebih mahal. Harga RedMagic 10 Pro Golden Saga Edition dibanderol sebesar 1.499 dolar AS atau Rp 24,5 juta (kurs Rp 16.310).
Baca Juga: Vivo V50 Series Siap Masuk ke Indonesia, Diprediksi Ada V50 Lite
Dari segi antarmuka, smartphone menjalankan Redmagic AI OS 10.0 yang berbasis pada Android 15. Seri RedMagic 10 Pro hadir dengan layar AMOLED BOE Q9 Plus berukuran 6,8 inci dan resolusi 1.5K (1.216 x 2.688 piksel), serta mendukung refresh rate hingga 144 Hz.
Layar perangkat ini juga dilengkapi dengan touch sampling rate 960 Hz, tingkat kecerahan maksimal mencapai 2.000 nits, serta teknologi PWM Dimming 2.592 Hz.
Dalam hal fotografi, kedua model smartphone ini dibekali tiga kamera belakang dengan konfigurasi sebagai berikut: kamera utama 50 MP (OmniVision OV50E40), kamera ultrawide 50 MP, dan kamera makro 2 MP.
Sementara itu, kamera depan yang terletak di bawah layar memiliki sensor beresolusi 16 MP. Berkat teknologi under-display camera, pengguna dapat menikmati tampilan layar penuh tanpa gangguan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Bandingkan Dirinya dengan Febrie, Nadiem Makarim Curhat Langsung Diborgol Saat Ditahan
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
26 Ribu Pekerja Baru di Jawa Timur: Pengangguran Menyusut, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat
-
Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas
-
Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu
-
Besaran Dana PIP 2026 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA, Ada yang Dapat Rp1,8 Juta!
-
92 Ribu Warga Jatim Lepas dari Kemiskinan, Apa Rahasianya?
-
Strategi Mitsubishi Fuso Jamin Operasional Truk Tanpa Henti di GIIAS 2026
-
Dari Hobi Saat Pandemi, Raditya Dika Kini Jadi Duta Marvel Hero Rush TCG
-
Viral Video Demo Ternyata Rekaman Lama, Pemerintah Buru Penyebar Hoaks